Dinas Pendidikan DKI Kembalikan Rp 13 Miliar ke Kas Daerah

Kompas.com - 01/07/2013, 23:09 WIB
Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto.
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengembalikan anggaran yang tak terserap ke kas daerah sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI disahkan pada 28 Januari 2013. Anggaran yang tak terserap itu mencapai Rp 13 miliar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, anggaran tersebut akan dimasukkan dalam penyusunan anggaran belanja tambahan (ABT) dalam APBD Perubahan DKI 2013.

"Dana itu langsung kita masukkan untuk menambah ABT. Anggaran itu akan kita pakai untuk keperluan-keperluan yang lain," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (1/7/2013).

Selain Dinas Pendidikan, menurut Basuki, pengembalian anggaran yang tak terserap juga dilakukan oleh antara lain Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Dinas Pemadam Kebakaran Penanggulangan Bencana DKI, dan Dinas Pekerjaan Umum DKI.

Ia pun menyebutkan tak ada satu pun Satuan Perangkat Kerja Daerah (SPKD) yang menyerap anggaran hingga seratus persen.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, sejak APBD disahkan hingga 31 Mei 2013, pihaknya telah menyerap anggaran sebesar 20,83 persen dari target 97 persen. Menurutnya, tingkat penyerapan itu adalah salah satu yang tertinggi.

"Salah satu kendala penyerapan di dinas kami, misalnya, program rehabilitasi berat di SMP 194 yang masih belum selesai. Tapi, kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman suku dinas," kata Taufik.

Berikut ini adalah SPKD dengan tingkat penyerapan anggaran terendah, terhitung sejak 28 Januari hingga 17 Juni 2013.

1. Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI (2,18 persen)
2. Dinas Perhubungan DKI (4,04 persen)
3. Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI (4,40 persen)
4. Dinas Pekerjaan Umum DKI (6,11 persen)
5. Dinas Kelautan dan Pertanian DKI (8,16 persen)
6. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI (10,50 persen)
7. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI (10,55 persen)
8. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI (10,78 persen)
9. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI (12,23 persen)
10. Dinas Olahraga dan Pemuda DKI (12,83 persen)

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    2 RW Zona Merah di Grogol Petamburan, PSBL Dipersempit ke Tingkat RT

    2 RW Zona Merah di Grogol Petamburan, PSBL Dipersempit ke Tingkat RT

    Megapolitan
    PSBL di Pademangan Akan Terfokus pada Level RT

    PSBL di Pademangan Akan Terfokus pada Level RT

    Megapolitan
    TMII Batasi Pengunjung Maksimal 20.000 Orang Per Hari Saat New Normal

    TMII Batasi Pengunjung Maksimal 20.000 Orang Per Hari Saat New Normal

    Megapolitan
    PSBL Akan Diterapkan di 62 RW Zona Merah di Jakarta, Ini Daftarnya

    PSBL Akan Diterapkan di 62 RW Zona Merah di Jakarta, Ini Daftarnya

    Megapolitan
    Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

    Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

    Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

    Megapolitan
    Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

    Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

    Megapolitan
    Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

    Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

    Megapolitan
    PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

    PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

    Megapolitan
    Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

    Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

    Megapolitan
    150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

    150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

    Megapolitan
    Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

    Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

    Megapolitan
    Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

    Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

    Megapolitan
    SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

    SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

    Megapolitan
    Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

    Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X