Demo RUU Ormas, Massa Tutup Jalan Gatot Subroto

Kompas.com - 02/07/2013, 12:45 WIB
Para mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Aliansi Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Bandung Raya menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, menyerukan penolakan terhadap rancangan undang-undang organisasi masyarakat (RUU Ormas), Jumat (5/4/2013). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPara mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Aliansi Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Bandung Raya menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, menyerukan penolakan terhadap rancangan undang-undang organisasi masyarakat (RUU Ormas), Jumat (5/4/2013).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com — Ribuan orang yang melakukan aksi penolakan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2013), menutup Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Aksi menutup jalan ini berlangsung pukul 12.00, di mana massa memenuhi jalan tepat di depan Kompleks Parlemen.

Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat yang melintas praktis tak bergerak. Dari pantauan Kompas.com, para buruh itu terlihat berdiri dan berkumpul di tengah jalan, mulai dari depan pintu gerbang Gedung MPR/DPR hingga pintu pagar jalan tol dalam kota.

Polisi yang mengamankan jalannya aksi pun mengatur arus lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan. Dari arah Semanggi menuju Grogol, kendaraan dialihkan ke arah Senayan. Sementara, pintu keluar tol yang tepat berada di seberan Gedung DPR ditutup. Mobil yang terjebak di tengah aksi diminta untuk berbalik arah dan masuk ke tol dalam kota.

Dalam aksi ini, mereka menolak rencana DPR yang akan mengesahkan RUU Ormas hari ini. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengancam akan melakukan aksi sweeping pabrik secara nasional jika RUU Ormas disahkan. 

"Jika disahkan, kami akan sweeping pabrik-pabrik dan mengajak teman-teman kami untuk turun ke jalan," kata Said.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini aksi penutupan jalan masih berlangsung. Selain berorasi, massa juga bernyanyi dan berjoget diiringi alunan musik melalui pengeras suara. Aksi ini diikuti sejumlah organisasi, di antaranya  Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

    Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

    Megapolitan
    Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

    Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

    Megapolitan
    Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

    Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

    Megapolitan
    Menilik Proyek Rumah DP 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

    Menilik Proyek Rumah DP 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

    Megapolitan
    Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

    Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

    Megapolitan
    5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

    5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

    Megapolitan
    Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

    Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

    Megapolitan
    Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

    Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

    Megapolitan
    300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

    300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

    UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

    Megapolitan
    Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

    Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

    Megapolitan
    Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Dirut PD Sarana Jaya Jadi Tersangka Kasus Korupsi

    Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Dirut PD Sarana Jaya Jadi Tersangka Kasus Korupsi

    Megapolitan
    Pemprov DKI Mulai Data Penerima KJP Plus, Ini Tahapannya

    Pemprov DKI Mulai Data Penerima KJP Plus, Ini Tahapannya

    Megapolitan
    Penggemar Berduyun-duyun Datang, Pembukaan Restoran Milik Artis Rizky Billar Dibubarkan Karena Langgar Prokes

    Penggemar Berduyun-duyun Datang, Pembukaan Restoran Milik Artis Rizky Billar Dibubarkan Karena Langgar Prokes

    Megapolitan
    Saat Air Kali Ciliwung Dijadikan Miras dan Laku di Pasaran. . .

    Saat Air Kali Ciliwung Dijadikan Miras dan Laku di Pasaran. . .

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X