Bongkar Kios, Petugas PT KAI Tertimpa Runtuhan Tembok

Kompas.com - 03/07/2013, 10:21 WIB
Petugas Satpol PP sedang menertibkan lapak dan kios pedagang kaki lima di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2013). KOMPAS.com/Dani PrabowoPetugas Satpol PP sedang menertibkan lapak dan kios pedagang kaki lima di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2013).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses pembongkaran lapak dan kios di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, berlangsung lancar dan tertib. Namun, seorang petugas Satpol PP terluka karena tertimpa runtuhan tembok.

Petugas tersebut bernama Abdul Muis, dari Polsuska PT KAI. Saat itu, dia sedang menghancurkan tembok dengan palu besar. Namun, tembok tersebut runtuh dan malah mengenai kepalanya.

Sayangnya lagi, Abdul tidak mengenakan helm pengaman, tetapi hanya memakai topi sehingga reruntuhan tembok itu melukai kepalanya.

Teman-temannya pun segera menolong Abdul. Dia dibawa ke ruang medis PT KAI yang ada di Stasiun Gondangdia.

Pengamatan Kompas.com, mayoritas petugas gabungan yang menghancurkan bangunan kios dan lapak tersebut memang tidak menggunakan pengaman yang memadai. Namun, setelah Abdul tertimpa runtuhan tembok, petugas yang menghancurkan dinding baru menggunakan helm. Hingga pukul 10.00, proses pembongkaran terhadap kios dan lapak ini masih berlangsung.

Sementara itu, para pedagang yang tidak melakukan perlawanan itu melihat kios dan lapak mereka dihancurkan. Para pedagang menyadari bahwa masa sewa mereka memang telah habis Juni 2013 kemarin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Megapolitan
Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Megapolitan
UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

Megapolitan
UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Megapolitan
Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Megapolitan
1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Megapolitan
Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Megapolitan
Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Megapolitan
Warga Tak Kooperatif, Polisi Sulit Cari Pelaku Tawuran di Johar Baru

Warga Tak Kooperatif, Polisi Sulit Cari Pelaku Tawuran di Johar Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X