Kompas.com - 03/07/2013, 14:42 WIB
Yerry Pattinasarany (kiri) dan Michael Ponello, dua mantan pecandu narkoba saat hadir dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba yang dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya di area Bandara Soekarno Hatta, Rabu (3/6/2013) Alsadad RudiYerry Pattinasarany (kiri) dan Michael Ponello, dua mantan pecandu narkoba saat hadir dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba yang dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya di area Bandara Soekarno Hatta, Rabu (3/6/2013)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

TANGERANG, KOMPAS.com — Tidak ada orang yang menginginkan menjadi pencandu narkoba di usia anak-anak, bahkan dengan ibu dan kakak yang juga menjadi pencandu. Namun, itulah yang dialami oleh Michael Ponello (31).

Saat masih duduk di kelas V SD, Michael mengaku sudah mengenal narkoba. Ironisnya, orang yang mengenalkannya pada barang haram tersebut adalah ibu dan kakak kandungnya.

"Kelas V SD saya dipengaruhi sama kakak dan mama. Saya sempat jadi kurir dan pengguna. Di diskotek saya on bareng mama," kata Michael di area Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (3/7/2013).

Dari menjadi pengguna, kemudian Michael menjadi pengedar. Bahkan dia juga sempat berkecimpung di dunia prostitusi, yaitu penyedia layanan penari striptis.

"Pas saya di bisnis itu, saya tetap pake narkoba. Perjalanan hidup saya dengan preman-preman sampai pernah masuk penjara," kenangnya.

Michael mengakui, menggunakan narkoba adalah kenikmatan yang luar biasa. Hal itulah yang membuatnya sulit untuk lepas dari jeratan narkoba selama belasan tahun. Sampai akhirnya dia menyadari bahwa kenikmatan yang dia peroleh adalah kenikmatan semu.

"Saya berusaha tidak mau pake tetapi sulit, tetapi saya coba terus. Tidak ada yang tidak mungkin dan mustahil asal ada niat dari hati," ujar Michael.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akhirnya sekitar tiga tahun lalu, Michael berhasil lepas dari jeratan narkoba. Dia lalu bergabung dengan LSM Gerakan Mencegah Daripada Mengobati, LSM yang konsen dalam membantu penyembuhan para pencandu narkoba. Dari LSM itu pula, Michael pun berhasil menyembuhkan ibu dan kakaknya.

"Mama dan kakak saya sekarang sudah berhenti juga. Mudah-mudahan tidak ada orang yang mengikuti keluarga kami yang sempat berantakan karena narkoba," harap Michael.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Megapolitan
Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Megapolitan
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Megapolitan
Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Megapolitan
Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Megapolitan
Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.