Kompas.com - 03/07/2013, 15:29 WIB
Antrean pengguna jalan yang hendak melintas di bawah tiang-tiang proyek pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2013). Proyek jalan layang sepanjang lebih dari 3 kilometer tersebut telah rampung sekitar 90 persen. Pemprov DKI jakarta menghentikan proyek untuk melakukan audit.

KOMPAS/WISNU WIDIANTOROAntrean pengguna jalan yang hendak melintas di bawah tiang-tiang proyek pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2013). Proyek jalan layang sepanjang lebih dari 3 kilometer tersebut telah rampung sekitar 90 persen. Pemprov DKI jakarta menghentikan proyek untuk melakukan audit.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyelesaian pembangunan jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang kembali molor. Penyelesaian pembangunan JLNT itu diperkirakan baru akan rampung dua bulan lagi, atau September 2013.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kontraktor JLNT tersebut, PT Istaka Karya, sedang menunggu alat penyangga berat yang dibeli dari Taiwan. Untuk menunggu datangnya alat tersebut, membutuhkan waktu hingga satu bulan.

"Kontraktor sedang menunggu pembelian alat berat dari Taiwan. Mungkin butuh dua bulan untuk menyelesaikan pengerjaan itu," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Basuki menjelaskan, alat berat itu sangat dibutuhkan karena kontraktor tidak bisa sembarangan melakukan pengecoran jalan. Kondisi jalan di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, katanya, termasuk jalan padat kendaraan bermotor, terutama pada jam-jam sibuk.

Apabila tidak menggunakan alat berat khusus, maka akan menambah kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. "Alat berat khusus itu untuk mengecor bagian yang belum dicor. Mereka tidak bisa sembarangan mengecor pakai alat besar yang bisa bikin macet. Makanya mereka harus punya alat yang tidak membuat macet di sekitar jalan layang," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan mengatakan, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang akan selesai pada September mendatang. Tenggat waktu ini meleset dari target sebelumnya pada akhir Juni lalu.

Jika Basuki telah mengetahui penyebab keterlambatan penyelesaian pengerjaan JLNT, Manggas malah mengaku tak mengetahui apa yang menjadi penyebab molornya penyelesaian JLNT. Untuk melaksanakan pengecoran, kata dia, kontraktor biasanya bekerja pada malam hari.

Di sisi lain, menurutnya, ruang gerak kontraktor tak maksimal karena jalan yang sempit. "Saya belum tahu, kami sedang menghitung. Kemungkinan penyelesaian pembangunan proyek ini mundur hingga September," kata Manggas.

Pengerjaan proyek ini dimulai tahun 2010 dan dikerjakan dalam beberapa paket. Paket Casablanca dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Wijaya Konstruksi. Lalu paket Dr Satrio dikerjakan PT Adhi Karya. Adapun paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

    Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

    Megapolitan
    88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

    88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

    Megapolitan
    Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

    Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

    Megapolitan
    Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

    Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

    Megapolitan
    Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

    Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

    Megapolitan
    Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

    Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

    Megapolitan
    Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

    Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

    Megapolitan
    UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

    UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

    Megapolitan
    Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

    Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

    Megapolitan
    Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

    Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

    Megapolitan
    Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

    Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

    Megapolitan
    Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

    Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

    Megapolitan
    Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

    Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

    Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

    Megapolitan
    Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

    Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.