Kompas.com - 03/07/2013, 16:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat  berkunjung ke pasar malam Ngasopuro, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2013). KOMPAS. com/Indra AkuntonoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat berkunjung ke pasar malam Ngasopuro, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo mengaku tak mengetahui jika dirinya diajak menjadi juru kampanye salah satu cagub-cawagub andalan PDI Perjuangan dalam Pilkada Jawa Timur, Bambang DH dan Said Abdulla.

"Enggak tahu saya," katanya singkat kepada wartawan seusai menghadiri Kongres PGRI di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/7/2013) siang.

Meski demikian, orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut mengaku tidak keberatan jika diminta DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDI Perjuangan. Itu dianggapnya merupakan salah satu tugasnya.

"Kalau saya diundang, saya akan datang. Tapi enggak tahu, tanyakan ke DPP," lanjut Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jakarta Joko Widodo kembali diminta menjadi juru kampanye untuk calon gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan, Bambang DH dan Said Abdulla.

Ketua DPP PDI-P Djarot S Hidajat mengatakan, pada Pilgub DKI Jakarta yang dimenangi Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama, elemen PDI-P dari Jatim ikut berjuang keras. Sekarang, gantian Jokowi berjuang untuk kandidat di Jawa Timur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

    Alasan Polisi Jerat 6 Pegawai Pinjol Ilegal di Cengkareng Pakai UU ITE dan Pornografi

    Megapolitan
    20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

    20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

    Megapolitan
    Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

    Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

    Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

    Megapolitan
    Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

    Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

    Megapolitan
    PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

    PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

    Megapolitan
    UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

    UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

    Megapolitan
    Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

    Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

    Megapolitan
    Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

    Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

    Megapolitan
    Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

    Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

    Megapolitan
    Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

    Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

    Megapolitan
    Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

    Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

    Megapolitan
    Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

    Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

    Megapolitan
    Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

    Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.