Kompas.com - 03/07/2013, 16:40 WIB
Puluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500. KOMPAS/Agus SusantoPuluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, DPRD DKI Jakarta masih belum memutuskan kenaikan tarif angkutan umum sesuai usulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta. Ketua Organda DKI Soedirman bahkan menyebutkan sikap DPRD DKI yang "menggantung" nasib para pengusaha angkutan umum itu sebuah sikap yang terlalu mengada-ada.

"DPRD itu mengada-ada. Sebab, tarif yang kami usulkan itu harga riil dari komponen kendaraan di lapangan," kata Soedirman ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Usulan kenaikan 50 persen dari tarif awal, yaitu Rp 2.000 menjadi Rp 3.000, menurutnya, tidak memberatkan masyarakat dan sudah melalui perhitungan yang panjang seiring dengan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Bahkan, Soedirman menyebutkan kalau tarif kenaikan yang diusulkan Organda DKI kepada DPRD DKI terlalu kecil. Pasalnya, awalnya Soedirman berharap tarif angkutan umum menjadi Rp 5.000 dengan subsidi oleh Pemprov DKI sebesar Rp 2.000.

Komponen-komponen seperti spare part, oli, ban, serta biaya hidup pengemudi, kata dia, menjadi dasar perhitungan kenaikan tarif yang mereka usulkan itu. Perhitungan itu pun telah dihitung secara cermat agar tidak merugikan salah satu pihak, baik pengusaha, penumpang, maupun pemerintah.

"Jadi, apa yang kita ajukan itu bukan asumsi. Perlu diingat, pengusaha juga wajib dilindungi. Lagi pula kenaikan Rp 500-Rp 1.000 di lapangan tidak ada yang protes kok," kata Soedirman.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum mengetahui kelanjutan keputusan penyesuaian tarif angkutan umum di Ibu Kota. Menurutnya, "bola panas" keputusan itu saat ini telah berada di tangan DPRD DKI dan tak sepantasnya Pemprov DKI kembali mengurusi permasalahan itu.

Sementara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, pihaknya masih akan menunggu Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi warga Jakarta seiring penyesuaian tarif BBM bersubsidi. Pria yang akrab disapa Sani itu berkelakar kalau syarat yang diajukan DPRD tak segera dipenuhi Dishub DKI, maka kenaikan tarif pun tak akan disetujui.

"Kalau tarifnya mau dinaikkan, jaminan apa yang diberikan Pemprov kepada penumpang? Bagaimana keamanan perempuan di malam hari? Masak penumpang terus yang selalu dikorbankan," kata Sani yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

    Megapolitan
    Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

    Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

    Megapolitan
    Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

    Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

    Megapolitan
    Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

    Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

    Megapolitan
    Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

    Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

    Megapolitan
    UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

    UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

    Megapolitan
    UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

    UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

    Megapolitan
    Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

    Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

    Megapolitan
    Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

    Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

    Megapolitan
    Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

    Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

    Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

    Megapolitan
    Mayat Laki-laki Ditemukan di Saluran Air di Pasar Rebo Jaktim

    Mayat Laki-laki Ditemukan di Saluran Air di Pasar Rebo Jaktim

    Megapolitan
    Bayi Laki-Laki Terbungkus Kain Ditemukan di Pinggir Jalan Ciputat Timur

    Bayi Laki-Laki Terbungkus Kain Ditemukan di Pinggir Jalan Ciputat Timur

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X