Kompas.com - 03/07/2013, 16:53 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/6/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/6/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku santai dana hibah untuk pembangunan transportasi massal berbasis rel atau mass rapid transit (MRT) terpotong hingga Rp 2 triliun.

Menurut Basuki, pemerintah pusat mengkhawatirkan tidak terserapnya anggaran yang akan mengakibatkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) APBN semakin besar.

"Tidak apa-apa dikurangi. Pemerintah pusat tidak mau jadi SILPA (sisa lebih perhitungan anggaran) yang besar dalam APBN tahun ini," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengharapkan pemerintah pusat kembali menganggarkan dana hibah tersebut dalam APBN tahun 2014 sehingga dana tersebut dapat membantu percepatan pembangunan konstruksi fisik MRT yang akan dimulai pada Oktober 2013.

Kendati demikian, Basuki membantah pembangunan konstruksi fisik MRT molor dari jadwal yang telah ditentukan. Pengurangan dana hibah tersebut, menurutnya, hanya karena jadwal pembangunan MRT yang dimulai sedikit telat.

"Targetnya sesuai, kok. Dulu memang agak telat awalnya. Ini sudah sesuai dengan jadwal yang sudah kita tentukan," kata Basuki.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Endang Widjajanti mengatakan pengurangan dana hibah dari pemerintah pusat ke Pemprov DKI karena hingga saat ini pengerjaan konstruksi fisik pembangunan MRT masih belum dimulai. Berdasarkan perjanjian awal, konstruksi fisik MRT harus dilaksanakan pada awal 2013.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seiring dengan tarik ulur dan perkembangannya, pelaksanaan konstruksi fisik baru akan dikerjakan pada Oktober 2013 mendatang. Awalnya pemerintah pusat memberikan dana hibah Rp 3,7 triliun dengan catatan pembangunan konstruksi fisik dapat dilakukan pada awal 2013. Namun, karena penandatanganan kontrak kerja sama dengan dua konsorsium pemenang lelang tiga paket fisik bawah tanah baru dilakukan Juni lalu dan pembangunan baru akan dilaksanakan pada Oktober mendatang, maka dana hibah berkurang menjadi Rp 1,7 triliun.

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

    Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

    Megapolitan
    UPDATE 14 Juni: 396 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel

    UPDATE 14 Juni: 396 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel

    Megapolitan
    UPDATE 14 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 19.096 Pasien

    UPDATE 14 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 19.096 Pasien

    Megapolitan
    Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

    Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

    Megapolitan
    Pebulu Tangkis Markis Kido Tiba di RS Omni Alam Sutera dalam Kondisi Henti Napas

    Pebulu Tangkis Markis Kido Tiba di RS Omni Alam Sutera dalam Kondisi Henti Napas

    Megapolitan
    Pertemuan Forkopimda Se-DKI Bahas Persiapan Bertemu Presiden Selasa Pagi

    Pertemuan Forkopimda Se-DKI Bahas Persiapan Bertemu Presiden Selasa Pagi

    Megapolitan
    Sidang Rizieq Shihab Kasus Tes Usap RS Ummi Dilanjut Kamis Mendatang dengan Agenda Duplik

    Sidang Rizieq Shihab Kasus Tes Usap RS Ummi Dilanjut Kamis Mendatang dengan Agenda Duplik

    Megapolitan
    Terkendala Zonasi, Anak Berkebutuhan Khusus Kesulitan Masuk Sekolah Impian

    Terkendala Zonasi, Anak Berkebutuhan Khusus Kesulitan Masuk Sekolah Impian

    Megapolitan
    Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

    Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

    Megapolitan
    Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

    Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

    Megapolitan
    Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

    Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

    Megapolitan
    Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

    Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

    Megapolitan
    Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

    Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

    Megapolitan
    Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

    Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

    Megapolitan
    Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

    Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X