Daerah Resapan Jadi Apartemen, Warga "Ngadu" ke Jokowi

Kompas.com - 03/07/2013, 18:22 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh orang perwakilan warga RW 04, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota Jakarta, Rabu (3/7/2013) siang. Mereka mengadukan adanya pembangunan apartemen di daerahnya yang diduga manipulatif serta menyalahi aturan tentang area resapan air.

Salah seorang warga bernama Bisri Mustafa menjelaskan, apartemen milik PT SPI tersebut dibangun pada Maret 2011. Sejak saat itu, masalah lingkungan pun terjadi. Warga menduga keberadaan apartemen itu telah menimbulkan banjir, air sumur menjadi kotor, tembok rumah warga retak, pencemaran suara akibat aktivitas pembangunan, dan lainnya. Warga pun berinisiatif untuk melakukan dialog sekaligus mencari fakta aturan.

"Ternyata pembangunan tanpa Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) karena dokumen Amdal baru dipenuhi pengembang sampai tahun 2012," ujar Bisri kepada wartawan di Balaikota Jakarta.

Bisri menyebutkan, warga baru mengetahui bahwa Amdal apartemen tersebut cacat hukum. Dalam sidang di Badan Pembangunan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) pada 8 Januari 2013, warga menemukan Amdal apartemen tersebut telah dibatalkan oleh tim ahli dari Universitas Indonesia karena disusun secara tak transparan.

Selain itu, lokasi proyek apartemen itu berada di wilayah penyempurna hijau umum (PHU) atau daerah resapan air. Hal itu diketahui berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menyebutkan bahwa wilayah cekungan dan berada di tengah permukiman adalah wilayah resapan air.

"Sebelum pembangunan memang sudah banjir, tapi setelah pembangunan malah tambah banjir. Tadinya sekaki, sekarang sepinggang," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak masalah tersebut muncul, warga telah berupaya melaksanakan dialog dengan pengembang apartemen. Namun, di tengah proses dialog, pembangunan dua menara apartemen tersebut tetap berlanjut. Padahal, warga menginginkan agar permasalahan selesai terlebih dahulu, baru lanjut pembangunan.

"Maka dari itu, kami minta Gubernur dan Wakil Gubernur secara langsung memberhentikan proyek apartemen," ujarnya.

Warga juga meminta agar pemerintah mengambil alih lahan apartemen itu dan dikembalikan ke fungsi awal sebagai resapan air. Warga menyerahkan dokumen fakta dan tuntutan tersebut kepada Jokowi. Mereka berharap Jokowi mampu menyelesaikan permasalahan tersebut serta memberikan solusi yang berpihak pada warga.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

    Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

    Megapolitan
    Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

    Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

    Megapolitan
    Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

    Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

    Megapolitan
    Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

    Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

    Megapolitan
    Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

    Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

    Megapolitan
    Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

    Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

    Megapolitan
    Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

    Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

    Megapolitan
    Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

    Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

    Megapolitan
    Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

    Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

    Megapolitan
    Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

    Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

    Megapolitan
    Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

    Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

    Megapolitan
    Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

    Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

    Megapolitan
    Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

    Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

    Megapolitan
    Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

    Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

    Megapolitan
    Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

    Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X