Jokowi Minta Penjaga Pintu Air Tidak Menghilang Saat Air Datang

Kompas.com - 04/07/2013, 18:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu, (24/10/2012). Ia terkejut melihat keadaan sampah yang bertumpuk-tumpuk. Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu, (24/10/2012). Ia terkejut melihat keadaan sampah yang bertumpuk-tumpuk.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Joko Widodo memberi apresiasinya kepada para penjaga pintu air di seluruh Jakarta. Menurutnya, jasa para penjaga pintu air sangat penting bagi Kota Jakarta, terlebih pada saat musim hujan.

"Artinya, menutup dan membuka pintu itu pas pada waktunya. Jangan sampai air sudah datang, petugasnya tak ada di pompa. Ini diperhatikan ya," ujar Gubernur DKI Jakarta itu kepada para penjaga pintu air di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan, Jakarta Utara, Kamis (4/7/2013).

Jokowi mengatakan, pihaknya sering kali tidak mendapat laporan jika ada pompa air yang rusak. Oleh sebab itu, Jokowi berharap agar para petugas secara berkala melaporkan kondisi pompa air kepada instansi terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum DKI, atau langsung kepadanya.

"Tapi ingat, kita harus ada perjanjian. Kalau sudah lapor ke saya, hati-hati ya kalau sudah bekerja dengan saya. Besoknya hilang," ujar Jokowi yang langsung disambut tawa oleh penjaga pintu air.

Sebagai pemegang kunci ketinggian air di Jakarta, lanjut Jokowi, para penjaga pintu air tersebut diharapkan mampu bekerja sebaik mungkin. Setelah menyampaikan pesannya, Jokowi memberikan sembako kepada 822 penjaga pintu air.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

    KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

    Megapolitan
    Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

    Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

    Megapolitan
    UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

    UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

    Megapolitan
    Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

    Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

    Megapolitan
    KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

    KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

    Megapolitan
    Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

    Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

    Megapolitan
    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

    Megapolitan
    UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

    UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

    Megapolitan
    Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

    Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

    Megapolitan
    Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

    Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

    Megapolitan
    Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

    Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

    Megapolitan
    Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

    Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

    Megapolitan
    Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

    Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

    Megapolitan
    Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

    Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

    Megapolitan
    Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

    Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X