Kompas.com - 04/07/2013, 18:42 WIB
Petugas mengisi bahan bakar gas (BBG) jenis gas alam terkompresi (compresed natural gas/CNG) ke bus Transjakarta di stasiun pengisian bahan bakar gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013). PT Pertamina (Persero) secara resmi mengoperasikan SPBG Mampang  yang telah direvitalisasi dengan total kapasitas gas sebesar 0.5 juta standard metric kubbik per hari guna mendukung program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah.
KOMPAS/PRIYOMBODOPetugas mengisi bahan bakar gas (BBG) jenis gas alam terkompresi (compresed natural gas/CNG) ke bus Transjakarta di stasiun pengisian bahan bakar gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013). PT Pertamina (Persero) secara resmi mengoperasikan SPBG Mampang yang telah direvitalisasi dengan total kapasitas gas sebesar 0.5 juta standard metric kubbik per hari guna mendukung program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan Gas Negara atau PGN menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) untuk bus transjakarta di DKI Jakarta.

Direktur PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk meminta izin pembangunan sejumlah SPBG di DKI.

"Insya Allah nanti kita akan tempatkan tambahan SPBG, baik di SPBU yang sudah ada maupun yang memanfaatkan pol kendaraan umum," ujarnya saat menerima Gubernur DKI Joko Widodo di kantor PGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2013).

Hendi mengakui kebutuhan gas bagi transjakarta sangat besar. Terlebih lagi, pada awal tahun 2014, Pemprov DKI berencana menambah jumlah bus transjakarta. Hendi yakin keberadaan SPBG akan sangat membantu.

Dalam kesempatan yang sama, Joko Widodo mengapresiasi positif rencana tersebut. Ia pun mengaku pihaknya tak ada masalah terkait izin pembangunan SPBG. Yang penting, kata Jokowi, hal itu mampu memenuhi kebutuhan operasional semua bus transjakarta.

"Kalau kurang, tambah. Kalau enggak, pol-pol itu kita beri pada PGN untuk dibangun segera," ucap Jokowi.


Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

    Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

    Megapolitan
    Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

    Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

    Megapolitan
    Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

    Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

    Megapolitan
    [Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

    [Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

    Megapolitan
    Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

    Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

    Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

    Megapolitan
    Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

    Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

    Megapolitan
    Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

    Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

    Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

    Megapolitan
    Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

    Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

    Megapolitan
    Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

    Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X