Kompas.com - 05/07/2013, 16:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Wakilnya Basuki menyempatkan diri mampir di Bundaran HI dalam perayaan HUT DKI Jakarta. Sabtu (22/6/2013) malam. Kompas.com/Robertus BelarminusGubernur DKI Jakarta Jokowi dan Wakilnya Basuki menyempatkan diri mampir di Bundaran HI dalam perayaan HUT DKI Jakarta. Sabtu (22/6/2013) malam.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Gubernur DKI Joko Widodo merasa prihatin karena ada warga miskin yang tak tersentuh program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM atau Balsem). Untuk itu, ia berinisiatif memberikan bantuan langsung kepada warga yang tak menerima BSLM.

"Apa namanya, bantuan langsung Jokowi kali," ujarnya sambil tertawa saat beranjak dari kantor Balaikota Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Jokowi sudah memberikan bantuan itu, tetapi ia tak hapal berapa jumlah warga miskin yang sudah diberi "bantuan langsung Jokowi" tersebut. Yang ia ingat, terakhir ia memberikannya kepada janda miskin yang tinggal di belakang Istana Negara dan seorang pria yang mengidap penyakit meningitis di Jakarta Barat.

"Saya enggak pernah ngitung-ngitung yang gitu-gitu," ujar pria yang kerap memberikan bingkisan saat mengunjungi permukiman warga itu.

Meski demikian, Jokowi tidak dapat memberikan secara langsung bantuan itu, dan menyerahkannya melalui ajudan.

Apa alasan Jokowi memberikan bantuan langsung tersebut? Untuk pertanyaan itu, Jokowi enggan berkomentar banyak. Ia hanya prihatin bahwa masih ada warga miskin yang tidak tersentuh BLSM sebagai kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tersebut.

"Atas dasar apa, ya? Ya, dia harusnya dapat malah enggak dapat. Yang kita cek miskin, ya kita beri," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua hari lalu seorang ajudan Jokowi mengunjungi rumah Isroni atau Yoyon (62) yang tinggal di gubuk reyot di Jalan Kingkit I No 20, RT 09/RW 04, Pecenongan, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. Melalui ajudannya, Jokowi memberikan uang sebesar Rp 600.000.

Yoyon yang tinggal hanya beberapa ratus meter dari Istana Presiden tidak mendapat BLSM. Padahal, sehari-hari janda miskin itu hidup dengan mengandalkan bantuan tetangganya. Dua tahun lalu, ia masuk dalam daftar penerima bantuan langsung tunai (BLT). Entah bagaimana, namanya kini tidak ada dalam daftar penerima BLSM. Padahal, Yoyon masih tergolong miskin.

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

    Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

    Megapolitan
    Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

    Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Depok Dilanda Angin Puting Beliung | Anggaran Mubazir Anies untuk Tugu

    [POPULER JABODETABEK] Depok Dilanda Angin Puting Beliung | Anggaran Mubazir Anies untuk Tugu

    Megapolitan
    Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

    Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

    Megapolitan
    Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

    Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

    Megapolitan
    Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

    Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

    Megapolitan
    Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

    Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

    Megapolitan
    Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

    Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

    Megapolitan
    UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

    UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

    Megapolitan
    Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

    Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

    Megapolitan
    Informasi Lengkap Seputar Rencana Penerapan Ganjil Genap di Margonda Depok

    Informasi Lengkap Seputar Rencana Penerapan Ganjil Genap di Margonda Depok

    Megapolitan
    Kekacauan Usai Margonda Diterpa Puting Beliung: Ratusan Gardu Listrik Rusak, Pohon Tumbang, dan Mobil Ringsek

    Kekacauan Usai Margonda Diterpa Puting Beliung: Ratusan Gardu Listrik Rusak, Pohon Tumbang, dan Mobil Ringsek

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akui Akan Ada Gelombang Covid-19 Ketiga, tetapi Aturan Tetap Dilonggarkan

    Pemprov DKI Akui Akan Ada Gelombang Covid-19 Ketiga, tetapi Aturan Tetap Dilonggarkan

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Ringan Hari Ini

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Ringan Hari Ini

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.