Kompas.com - 09/07/2013, 09:22 WIB
Buruh pikul menurunkan beras dari truk pengangkut di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (29/10/2012). Pasokan dan harga beras yang didatangkan dari berbagai daerah ke pasar induk tesebut relatif stabil. Seperti beras IR-64 dijual mulai dari harga Rp. 7.400 per kilogram.

KOMPAS/PRIYOMBODOBuruh pikul menurunkan beras dari truk pengangkut di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (29/10/2012). Pasokan dan harga beras yang didatangkan dari berbagai daerah ke pasar induk tesebut relatif stabil. Seperti beras IR-64 dijual mulai dari harga Rp. 7.400 per kilogram.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Jelang Ramadhan, Pemprov DKI Jakarta berusaha menekan kenaikan harga beras. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun sudah mengajukan ketersediaan beras 40.000 ton untuk DKI Jakarta kepada Kementerian Perdagangan.

"Kemarin sudah ada jawaban (Kemendag). Sudah selesai," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota, Jakarta, Selasa (9/7/2013) pagi.

Jokowi berharap, stok beras dengan jumlah itu dapat membantu masyarakat, terutama warga miskin dalam menjalankan ibadah di bulan puasa. Tak hanya beras, Jokowi berencana melakukan bazar kebutuhan pokok murah. Acara itu akan disebar di semua kecamatan di DKI Jakarta. "Ya selama Ramadhan, biar nyebar," cetusnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kegiatan Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Ratna Ningsih mengungkapkan, untuk teknis penyaluran, beras itu akan dikirim melalui Pasar Beras Cipinang agar bisa disalurkan kepada pedagang beras lainnya.

"Pasar Beras Cipinang kan di bawah PD Pasar Jaya. Kita minta pedagangnya menurunkan lagi ke jaringan pedagang di bawahnya agar beras itu sampai ke masyarakat umum," ujar Ratna.

Ratna menjelaskan, beras dengan kualitas III atau biasa disebut IR III tersebut akan dijual seharga Rp 7.400 per liter di tingkat pedagang beras. Berkaca seperti pengalaman tahun lalu, lanjut Ratna, Pemprov DKI pun meminta stok beras dalam jumlah yang sama. Oleh sebab itu, Ratna berharap stok itu cukup menekan harga beras di pasaran selama umat Muslim menjalankan puasa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

    PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

    Megapolitan
    Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

    Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

    Megapolitan
    Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

    Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

    Megapolitan
    Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

    Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

    Megapolitan
    Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

    Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

    Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

    Megapolitan
    Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

    Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

    Megapolitan
    2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Megapolitan
    BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

    BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

    Megapolitan
    Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

    Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

    Megapolitan
    RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

    RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

    Megapolitan
    Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

    Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

    Megapolitan
    Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

    Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

    Megapolitan
    1.244 Warga Depok Idap HIV/AIDS, Paling Banyak di Pancoran Mas

    1.244 Warga Depok Idap HIV/AIDS, Paling Banyak di Pancoran Mas

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.