Kompas.com - 09/07/2013, 11:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mendengarkan keluhaan warga dalam acara dengar pendapat publik mengenai Kartu Jakarta Sehat (KJS) di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2013). Acara tersebut mendengarkan keluhan warga dan mencari solusi yang tepat terhadap program KJS. BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mendengarkan keluhaan warga dalam acara dengar pendapat publik mengenai Kartu Jakarta Sehat (KJS) di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2013). Acara tersebut mendengarkan keluhan warga dan mencari solusi yang tepat terhadap program KJS.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemprov DKI Jakarta akan segera membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta agar RSUD itu mayoritas untuk kelas III, yang didominasi pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati memastikan RSUD Pasar Minggu akan memenuhi sebanyak 60 hingga 75 persen untuk ruang kelas III.

"Rencananya Pak Gubernur akan mengubah ruang kelas II menjadi ruang kelas III. Jadi perbandingannya 75:25 persen. RSUD memang diperuntukkan bagi warga DKI yang kurang beruntung," kata Dien di Balaikota Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Pembangunan RSUD Pasar Minggu ini untuk memenuhi adanya keberadaan RSUD di lima wilayah Jakarta. Kotamadya Jakarta Pusat telah memiliki RSUD Tarakan, Jakarta Barat telah memiliki RSUD Cengkareng, Jakarta Timur memiliki RSUD Pasar Rebo, dan Jakarta Utara memiliki RSUD Koja.

Untuk pembangunan RSUD Pasar Minggu, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar. Untuk itu, Pemprov DKI akan segera melelang proyek tersebut. Dinas Kesehatan DKI akan memproses peraturan gubernur (pergub) sebagai payung hukumnya dan melaksanakan lelang tender pembangunan fisik RSUD Pasar Minggu.

"Ini lagi proses untuk pergub, kemudian lelang. Targetnya menunggu lelang dulu dan membutuhkan waktu sekitar dua bulanlah," ujar Dien.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kata Saksi soal Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di Makassar: Seret Nama Rizieq hingga Cara Kelabui Polisi

    Kata Saksi soal Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di Makassar: Seret Nama Rizieq hingga Cara Kelabui Polisi

    Megapolitan
    Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun, Polisi Sebut Sudah Berusaha Melerai

    Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun, Polisi Sebut Sudah Berusaha Melerai

    Megapolitan
    Penduduk Miskin di Tangerang Selatan Bertambah 3.580 Jiwa akibat Pandemi Covid-19

    Penduduk Miskin di Tangerang Selatan Bertambah 3.580 Jiwa akibat Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Syahril Parlindungan Marbun Kembali Jalani Sidang Kasus Pencabulan Anak, Ini Duduk Perkaranya

    Syahril Parlindungan Marbun Kembali Jalani Sidang Kasus Pencabulan Anak, Ini Duduk Perkaranya

    Megapolitan
    Dinkes Tangsel Fokuskan Penanganan terhadap Pasien Omicron dengan Komorbid dan Lansia

    Dinkes Tangsel Fokuskan Penanganan terhadap Pasien Omicron dengan Komorbid dan Lansia

    Megapolitan
    Ini Provokator yang Teriak Maling, Berujung pada Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas di Cakung

    Ini Provokator yang Teriak Maling, Berujung pada Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas di Cakung

    Megapolitan
    Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

    Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

    Megapolitan
    Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

    Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

    Megapolitan
    PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

    PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

    Megapolitan
    Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

    Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

    Megapolitan
    Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

    Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

    Megapolitan
    Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

    Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

    Megapolitan
    Bertambah, Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Jadi 4 Orang

    Bertambah, Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Jadi 4 Orang

    Megapolitan
    Terduga Pembunuh Pemuda di Bekasi Ancam Saksi dan Bilang Korban Jatuh dari Tangga

    Terduga Pembunuh Pemuda di Bekasi Ancam Saksi dan Bilang Korban Jatuh dari Tangga

    Megapolitan
    Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

    Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.