Soal KJS Salah, Jokowi Minta Warga Tak Khawatir

Kompas.com - 09/07/2013, 18:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mencoba memotret Pewarta Foto Indonesia Jakarta sebelum acara peresmian pembangunan MRT di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2013). Proyek pembangunan MRT Fase I melintasi Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur DKI Jakarta Joko Widodo mencoba memotret Pewarta Foto Indonesia Jakarta sebelum acara peresmian pembangunan MRT di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2013). Proyek pembangunan MRT Fase I melintasi Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji menyelesaikan kesalahan cetak pada ribuan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dalam waktu cepat. Ia pun memastikan, kesalahan itu tak akan mempengaruhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena KJS menggunakan sistem rujukan dari puskesmas.

"Nanti dibetulkan, gitu saja sulit. Enggak bakal ada masalah karena kan sistemnya rujukan dari puskesmas ke rumah sakit," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Sebelumnya, ribuan KJS untuk warga di Jakarta Timur tercetak tidak sesuai dengan identitas warga, antara lain pada data tanggal lahir, alamat, dan nomor KTP. Bahkan, ada satu warga yang mendapatkan dua KJS, yang data namanya sama, tetapi alamat dan nomor kartunya berbeda.

Warga pun mengembalikan KJS salah itu. Mereka mengaku khawatir dituduh melakukan pemalsuan dan tak mendapatkan pelayanan kesehatan jika menggunakan KJS salah itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jalan Sepi Banyak Digunakan Kebut-kebutan, Polisi: Fatalitas Kecelakaan Meningkat

Jalan Sepi Banyak Digunakan Kebut-kebutan, Polisi: Fatalitas Kecelakaan Meningkat

Megapolitan
Truk Sembako Terguling di Jalan Raya Pondok Gede

Truk Sembako Terguling di Jalan Raya Pondok Gede

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Beroperasi Lagi Mulai Besok, Buka Pukul 08.00-14.00

Pasar Tanah Abang Beroperasi Lagi Mulai Besok, Buka Pukul 08.00-14.00

Megapolitan
Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Megapolitan
Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Megapolitan
18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Megapolitan
[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X