Ramadhan, Tak Ada Toleransi PNS Boleh Terlambat

Kompas.com - 10/07/2013, 16:27 WIB
Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berjalan menuju bus jemputan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berjalan menuju bus jemputan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama Ramadhan, tidak ada keistimewaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) boleh terlambat masuk kantor. Siapa yang terlambat, tetap akan diberikan sanksi indisipliner.

Kepala Kantor Kepegawaian Kota Administrasi Jakarta Timur Sulistyawati mengatakan, sanksi indisipliner akan secara kumulatif selama satu tahun. Sebelumnya, para PNS juga sudah diberikan informasi tersebut.

"Kita berikan imbauan (untuk disiplin). Artinya, kan Pergub jadi benar mengikat untuk jam kerja. Kemudian untuk ketentuan kinerja sesuai dengan aturan kerja. Ketika dia terlambat, akan mempengaruhi tunjangan kinerja yang didapat," kata Sulistyawati, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/7/2013).

Menurut Sulistyawati, maksimal dalam satu tahun, jumlah jam keterlambantan tujuh setengah jam. Apabila PNS hasil kumulatif selama satu tahun keterlambatan melebih 5 hari, maka akan diberi sanski ringan.

Apalagi jika seorang PNS melakukan pelanggaran masalah kehadiran hingga total 45 hari dalam satu tahun. Saksi terhadap pelanggaran ini bisa sampai pada tingkat berat.

"Apabila ketidakhadiran tanpa keterangan (bolos), atau keterlambatan, sudah lebih dari 45 hari dalam 1 tahun, ia bisa diberhentikan baik dengan hormat atau dengan tidak hormat," ujarnya.

Berdasarkan kebijakan Gubernur DKI, waktu masuk PNS selama Ramadhan, yakni pukul 08.00 sampai pukul 15.00 dari Senin sampai Kamis. Untuk Jumat, pukul 08.00 sampai pukul 15.30 WIB.

"Kalau waktu normalnya kan pukul 07.30 sampai pukul 16.00 tapi diberi waktu istirhat selama 1 jam. Selama puasa masuk (seperti waktu tadi) hanya tidak ada waktu istirahat," katanya.

Tidak hanya pegawai saja, lanjutnya, atasan pegawai yang melakukan pelanggaran indisipliner itu juga diwajibkan membina pegawainya. Jika tidak, akan ada sanksi pula terhadap atasan PNS itu.

Pihaknya menegaskan, tidak akan mentolerir mengenai sanksi pelanggaran disiplin tersebut, termasuk saat bulan suci ini. "Kalau itu berlaku sama, artinya walaupun bulan Ramadhan, kita tidak tolerir indisipliner. Karena aturan itu tidak hanya bulan untuk bulan Ramadhan," tandasnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Upaya Pemkot Tangsel agar Lepas dari Ancaman Kolapsnya RS Covid-19

    Upaya Pemkot Tangsel agar Lepas dari Ancaman Kolapsnya RS Covid-19

    Megapolitan
    Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

    Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

    Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

    Megapolitan
    BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

    BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

    Megapolitan
    Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

    Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

    Megapolitan
    Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

    Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

    Megapolitan
    Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

    Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

    Megapolitan
    UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

    UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

    Megapolitan
    Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

    Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

    Megapolitan
    UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

    UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

    Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

    Megapolitan
    Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

    Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

    Megapolitan
    Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

    Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

    UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

    Megapolitan
    Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

    Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X