Kompas.com - 11/07/2013, 08:43 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

Rabu kemarin, Made blusukan ke beberapa kantor kecamatan, kelurahahan, serta dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Made ingin melihat apa ada PNS yng mangkir atau tidak.

"Bukan saya menakut-nakuti orang. Pertama kan saya bilang datang mau silaturahmi, sekalian maaf lahir batin. Sekalian mencari data tingkat disiplin pegawai, begitu saja kok," ujar Made, Rabu sore.

"Ada teman yang kaget, 'Ada apa ini Pak Made kok nyelinap?' Saya bilang, 'Ya kalau saya kasih tahu dulu, bukan nyelinap namanya dong'," kata Made.

Made mengatakan, dirinya menggunakan strategi tersebut agar situasi kerja di lingkungan PNS tak bergejolak. Made ingin menggunakan pendekatan yang halus untuk dapat data kedisiplinan akurat.

Takut terlambat

Semangat Jakarta Baru itu hanyalah salah satu faktor meningkatnya tingkat kedisiplinan para abdi negara tersebut. Salah seorang PNS di Balaikota Jakarta mengatakan, banyak juga PNS yang takut ditegur oleh Basuki atau Ahok jika kedapatan terlambat atau bolos.

"Halah, takut sama Ahok itu mah. Enggak ada yang berani terlambat di depan dia. PNS itu lebih takut sama Ahok daripada Jokowi," ujar pria yang tak mau disebutkan identitasnya itu kepada Kompas.com.

"Kita kan jaga-jaga, wah hari pertama puasa itu memang banyak yang bolos atau telat. Makanya, kita enggak bolos atau telat ngantor," ujar pria berusia 40 tahun-an tersebut.

Sementara itu, seorang staf Biro Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Eurika Putri Andita (26), mengatakan, kedisiplinan PNS di Pemprov DKI semakin membaik karena adanya regenerasi ke anak muda yang masuk menjadi PNS.

"Di biro gue, hampir 70 persen PNS baru masuk 2010 dan 2011. Jadi sudah disiplin dan sudah biasa sama sistem absen dengan handkey," ujarnya.

Ia mengatakan, kedisiplinan serta etos kerja yang baik itu bersumber dari teladan pimpinan. Ia menyebutkan, kepala bironya sendiri selalu datang pagi. Menurutnya, jika pemimpin memberikan teladan yang baik, maka anak buahnya juga akan mencontoh dengan melakukan hal yang sama.

Karena suasana kerja yang segar serta sistem absen yang ketat tersebut, Putri menilai PNS akan lebih disiplin dalam bekerja. Menurutnya, tak ada hubungannya sama sekali antara kepemimpinan Jokowi-Basuki dengan tingkat kedisiplinan PNS. Jadi, mau apa pun penyebabnya, pelayanan terhadap publik DKI Jakarta tetap harus ditingkatkan lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang

     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Peringatan Dini BMKG, Potensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang dan Kilat di Wilayah Bekasi

    Peringatan Dini BMKG, Potensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang dan Kilat di Wilayah Bekasi

    Megapolitan
    Pesepeda Tewas Tertabrak Truk di Pagedangan, Sopir Diduga Hilang Konsentrasi Mengemudi

    Pesepeda Tewas Tertabrak Truk di Pagedangan, Sopir Diduga Hilang Konsentrasi Mengemudi

    Megapolitan
    Kuasa Hukum Sebut Psikis Rizky Billar Terganggu akibat Komentar Warganet

    Kuasa Hukum Sebut Psikis Rizky Billar Terganggu akibat Komentar Warganet

    Megapolitan
    Rizky Billar Mangkir Pemeriksaan Terkait KDRT, Kuasa Hukum: Dia Sibuk

    Rizky Billar Mangkir Pemeriksaan Terkait KDRT, Kuasa Hukum: Dia Sibuk

    Megapolitan
    Peringatan Dini BMKG, Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Sore Ini

    Peringatan Dini BMKG, Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Sore Ini

    Megapolitan
    Denda Penalti Rp 3.000 Sudah Berlaku Sejak Awal MRT Jakarta Beroperasi

    Denda Penalti Rp 3.000 Sudah Berlaku Sejak Awal MRT Jakarta Beroperasi

    Megapolitan
    Wagub Riza Selalu Maju Duluan Hadapi Persoalan Jakarta, Anies: Saya Beruntung

    Wagub Riza Selalu Maju Duluan Hadapi Persoalan Jakarta, Anies: Saya Beruntung

    Megapolitan
    Idris Klaim Perda Kota Religius Depok Disambut Baik Kemenag, tapi Ditolak Kemendagri dan Ridwan Kamil

    Idris Klaim Perda Kota Religius Depok Disambut Baik Kemenag, tapi Ditolak Kemendagri dan Ridwan Kamil

    Megapolitan
    Cabut Larangan Motor Melintas di Sudirman-Thamrin, Anies: Regulasi yang Menghambat, Kami Tiadakan

    Cabut Larangan Motor Melintas di Sudirman-Thamrin, Anies: Regulasi yang Menghambat, Kami Tiadakan

    Megapolitan
    Waduk Brigif Terinspirasi Kallang River di Singapura, Anies Ajak Dubes Singapura Saat Peresmian

    Waduk Brigif Terinspirasi Kallang River di Singapura, Anies Ajak Dubes Singapura Saat Peresmian

    Megapolitan
    M Taufik Mundur dari Gerindra, Ariza: Beliau Sakit dan Butuh Waktu Perawatan

    M Taufik Mundur dari Gerindra, Ariza: Beliau Sakit dan Butuh Waktu Perawatan

    Megapolitan
    Anies Sebut Pembangunan Waduk Brigif Merujuk Konsep Sungai di Singapura dan Belanda

    Anies Sebut Pembangunan Waduk Brigif Merujuk Konsep Sungai di Singapura dan Belanda

    Megapolitan
    Mengapa Kena Penalti Rp 3.000 jika Masuk dan Keluar di Stasiun MRT yang Sama?

    Mengapa Kena Penalti Rp 3.000 jika Masuk dan Keluar di Stasiun MRT yang Sama?

    Megapolitan
    Anies Rombak Sistem Masuk Sekolah Negeri Jadi Setara, Orang Kaya jadi Ogah Masuk

    Anies Rombak Sistem Masuk Sekolah Negeri Jadi Setara, Orang Kaya jadi Ogah Masuk

    Megapolitan
    Perkembangan Penyelidikan Mayat Waria yang Membusuk di Salon, Polisi Temukan Indikasi Penganiayaan

    Perkembangan Penyelidikan Mayat Waria yang Membusuk di Salon, Polisi Temukan Indikasi Penganiayaan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.