Bikin Macet, Puluhan Kantor Ekspedisi di Tanah Abang Disegel

Kompas.com - 11/07/2013, 11:33 WIB
Pekerja memindahkan karung berisi pakaian ke dalam bak truk di salah satu tempat jasa pengiriman paket melalui jalur darat di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/7/2012). Pengiriman barang, terutama yang berisi pakaian jadi, menuju sejumlah kawasan di Pulau Sumatera meningkat hampir dua kali lipat selama bulan ramadhan. Kompas/Yuniadhi AgungPekerja memindahkan karung berisi pakaian ke dalam bak truk di salah satu tempat jasa pengiriman paket melalui jalur darat di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/7/2012). Pengiriman barang, terutama yang berisi pakaian jadi, menuju sejumlah kawasan di Pulau Sumatera meningkat hampir dua kali lipat selama bulan ramadhan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI akan menyegel puluhan kantor ekspedisi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penutupan dilakukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat aktivitas di kantor tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemprov DKI telah menyegel 25 kantor ekspedisi di Tanah Abang. Hal yang sama akan dilakukan pada 43 kantor ekspedisi lain di kawasan itu. Basuki menilai aktivitas kendaraan angkutan barang di kantor-kantor ekspedisi itu telah memicu kemacetan di Tanah Abang.

"Kita sudah menyegel 25 kantor ekspedisi yang bikin macet. Masih ada 43 kantor ekspedisi yang sudah kita data dan tidak punya izin, akan kita tutup," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Basuki menambahkan, para pedagang dari luar kota yang kerap menggunakan mobil sebagai tempat berjualan akan dimasukkan ke dalam gedung. Mereka tidak diperkenankan kembali berdagang di tengah jalan karena hal itu dapat menyebabkan kemacetan parah.

"Mereka yang datang dari luar kota, yang buka mobil toko, itu kita harus paksa dia masuk ke dalam, tidak boleh di tengah jalan. Makanya, sekarang lagi dikerjakan pembatas beton, supaya mobil tidak bisa parkir di tengah," kata Basuki.

Basuki mengatakan, para pemilik toko di Pasar Tanah Abang dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak boleh seenaknya mengatur arus lalu lintas. Ia mengatakan, tindakan pedagang dengan memasukkan dan mengeluarkan mobil dagangan mereka secara tidak teratur telah menyebabkan jalan di kawasan tersebut menjadi macet.

Untuk mengatasi hal itu, Pemprov DKI akan melakukan penertiban dengan cara mengatur arus kendaraan dan lalu lintas di kawasan itu. Pemprov DKI juga akan menentukan arus lalu lintas, termasuk arus keluar masuk mobil usaha.

"Kita tidak mau lagi yang punya bangunan di Pasar Tanah Abang Blok A dan Blok B, yang menentukan arus keluar masuk kendaraan. Sekarang kita yang tentukan," ujar Basuki.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

    Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

    Megapolitan
    Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

    Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

    Megapolitan
    UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

    Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

    Megapolitan
    Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

    Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

    Megapolitan
    Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

    Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

    Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

    Megapolitan
    Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

    Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

    Megapolitan
    Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

    Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

    Megapolitan
    Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

    Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X