Sebelum Diperkosa, MC Mengaku Diseruduk Pelaku

Kompas.com - 11/07/2013, 17:19 WIB
Ilustrasi psikiater SHUTTERSTOCKIlustrasi psikiater
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat pemeriksaan psikologis terhadap MC, karyawati yang mengaku diperkosa itu mengaku diseruduk pelaku. Saat itu, dia baru turun dari motor CK yang mengantarnya hingga ujung gang sempit di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.

"Jadi usai diantar CK (teman pria MC), dia (MC) mengaku diseruduk pelaku lalu diperkosa," ungkap Kepala Subdit Renakta Polda Metro Jaya AKBP Hando Wibowo, Kamis (11/7/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Psikolog sempat menanyakan apakah dia berteriak. MC pun mengaku berteriak. Dia meminta tolong kepada CK.

"Saat diperkosa, MC berteriak, tolong CK, tolong... Tolong, CK tolong," ucap Hando menirukan teriakan MC.

Lalu ketika ditanya saat diperkosa apakah MC memberontak, dengan melakukan perlawanan fisik seperti mencakar atau menendang pelaku, MC menjawab "lupa".

Menurut Handoko, MC lebih banyak menjawab lupa atas pertanyaan psikolog. Oleh karena itu, penyidik Polda Metro Jaya meminta MC menjalani tes psikologis selama sebulan di RSCM. MC sempat menolak dan ingin menggunakan psikolog sendiri. Namun, hal itu ditolak penyidik.

Polisi mengirim MC menjalani tes psikologis selama sebulan di RSCM untuk mengungkap kejadian sesungguhnya di gang tersebut. Sebab, apa yang diakui MC bertentangan dengan fakta yang ditemukan penyidik di lapangan. Misalnya, hasil tes laboratorium tidak menemukan sperma di baju MC. Selain itu, hasil tes lie detector mengisyaratkan MC berbohong.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X