Razia Preman Dilakukan Sepanjang Ramadhan

Kompas.com - 11/07/2013, 19:21 WIB
Puluhan preman yang biasa beraksi di Parkir Timur Senayan ditangkap Sub Direktorat Reserse Polda Metro Jaya. Jumat (5/4/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusPuluhan preman yang biasa beraksi di Parkir Timur Senayan ditangkap Sub Direktorat Reserse Polda Metro Jaya. Jumat (5/4/2013).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang Ramadhan, Polda Metro Jaya akan melakukan razia preman. Titik-titik yang menjadi sasaran ialah terminal bus dan pasar.

"Kita akan lakukan terus razia preman ini sampai Lebaran. Lokasinya seperti terminal bus, perempatan, pasar, atau tempat lain yang diduga menjadi tempat premanisme dan rawan tindak kejahatan jalanan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/7/2013).

Rikwanto mengatakan, operasi bersandikan Operasi Cipta Kondisi dan Operasi Pekat ini digelar dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di Jakarta selama bulan suci Ramadhan. Tujuannya ialah untuk menghilangkan kerisauan warga terhadap keberadaan preman.

Operasi Cipta Kondisi dan Operasi Pekat dilakukan secara serentak sejak Rabu (10/7) kemarin. Pada saat itu, polisi mengamankan 39 orang yang diduga preman dari tiga lokasi terminal bus di Jakarta, yakni di Terminal Bus Pulogadung, Terminal Bus Kampung Rambutan, dan Terminal Lebak Bulus.

Di Terminal Pulogadung, polisi mengamankan 24 orang, sementara di Terminal Kampung Rambutan diamankan 7 orang, dan di Terminal Lebak Bulus diamankan 8 orang sehingga total ada 39 orang yang diamankan.

Dari ke 39 preman yang diamankan pada Rabu kemarin ini, kata Rikwanto, mereka dilepas dan diperbolehkan pulang setelah didata. Dari hasil pemeriksaan, mereka tidak tersangkut kasus pidana apa pun. Dari 39 orang itu ada yang bekerja sebagai calo, timer, sopir tembak, dan pengamen.

"Mereka sudah didata di Direktorat Reserse Kriminal Umum. Setelah didata, difoto, tidak ditemukan hal-hal yang bisa dikaitkan dengan hal-hal pidana atau berkaitan dengan undang-undang darurat sehingga kita kembalikan lagi mereka ke masyarakat dan sebelumnya kami berikan imbauan dan nasihat," papar Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, dalam Operasi Cipta Kondisi ini, polisi tidak hanya menyasar preman, tetapi juga akan menggelar razia petasan, miras, dan aksi kebut-kebutan. "Itu semua sasaran kami dalam operasi ini," kata Rikwanto.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kivlan Tuding Wiranto Korupsi Rp 10 Miliar Dana PAM Swakarsa

Kivlan Tuding Wiranto Korupsi Rp 10 Miliar Dana PAM Swakarsa

Megapolitan
Anies Ogah Komentar soal Penebangan Pohon demi Revitalisasi Monas

Anies Ogah Komentar soal Penebangan Pohon demi Revitalisasi Monas

Megapolitan
[VIDEO] Menelusuri Keberadaan Kafe Khayangan Tempat Eksploitasi Seksual Anak di Gang Royal

[VIDEO] Menelusuri Keberadaan Kafe Khayangan Tempat Eksploitasi Seksual Anak di Gang Royal

Megapolitan
Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Megapolitan
Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Megapolitan
Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Megapolitan
Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Megapolitan
Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Megapolitan
Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Megapolitan
Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Megapolitan
MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

Megapolitan
Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Megapolitan
Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X