Jokowi Perintahkan Dishub Razia Sopir Angkot Nakal

Kompas.com - 12/07/2013, 13:32 WIB
Suasana di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2013). Terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan menaikan tarif bus angkutan kota reguler dari Rp 2000 menjadi Rp 3000 Alsadad RudiSuasana di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2013). Terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan menaikan tarif bus angkutan kota reguler dari Rp 2000 menjadi Rp 3000
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memerintahkan Dinas Perhubungan melakukan razia kepada angkutan umum yang menjalankan tarif tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penetapan tarif dicantumkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 67/2013 tentang tarif angkutan penumpang dengan mobil bus umum.

"Sudah berlaku mulai hari ini tarif barunya. Kalau ada yang melanggar peraturannya, pasti akan kena razia Dishub," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (12/7/2013).

Terkait sanksinya, kembali Jokowi mengaskan kalau hal itu merupakan tanggung jawab Dishub DKI. Sementara atas permintaan DPRD DKI agar Pemprov DKI memperbaiki pelayanan transportasi massal seiring dengan kenaikan tarif, Jokowi mengatakan, sebelum diperintah, pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan transportasi massal.

"Enggak usah disuruh juga, setiap hari kita push untuk perbaikan sistem pelayanannya. Kalau DPRD mau revisi peraturannya, juga tidak apa-apa untuk kebaikan masyarakat," kata Jokowi.

Untuk diketahui, mulai hari ini, tarif angkutan kota baru mulai berlaku. DPRD telah menyetujui usulan tarif angkot yang diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam surat tertanggal 10 Juli 2013 itu, disebutkan tarif untuk armada bus kecil, bus sedang, dan bus besar reguler (Patas) Rp 3.000 dan pelajar Rp 1.000.

Jokowi berharap tarif baru ini dapat melayani jumlah perjalanan masyarakat dengan angkutan umum secara keseluruhan. Setelah jumlah angkutan umum di Jakarta mencukupi dan memenuhi jumlah perjalanan warga, akan dilanjutkan dengan perbaikan pelayanan. Selanjutnya, tidak hanya angkutan non AC saja yang akan naik, tetapi taksi dan patas serta kopaja AC.

Tarif baru angkutan di Jakarta. Untuk angkutan ekonomi non AC:
- Bus kecil (Mikrolet) dari semula Rp 2.500 menjadi Rp 3.000 pada 14 km pertama selanjutnya dikenakan kenaikan Rp 500- Rp 1.000
- Bus sedang (Metromini dan Kopaja) dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000,
- Bus besar reguler (Mayasari dan PPD) dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000.

Kenaikan tarif angkutan AC:
- Bus besar seperti Mayasari Bakti dan Bianglala, yang awalnya Rp 6.000 menjadi Rp 7.000.
- Kopaja AC dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000.
- Angkutan APTB yang ditetapkan kenaikan tarifnya yakni yang berjarak maksimum 30 km, dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.000

Kenaikan tarif taksi:
- Taksi yang menggunakan tarif atas seperti Blue Bird, White Horse yang semula Rp 6.000 menjadi Rp 7000. Kemudian untuk kilometer selanjutnya yang semula hanya Rp 3.000 menjadi Rp 3.600.
- Taksi yang menggunakan tarif bawah, sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 6.000 Untuk masa tunggu taksi, perjamnya penumpang yang sebelumnya dikenakan Rp 30.000 menjadi Rp 42.000/jam.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Jalan DI Panjaitan, Sejumlah Motor Mogok

Banjir di Jalan DI Panjaitan, Sejumlah Motor Mogok

Megapolitan
Gejala Virus Corona Sangat Umum, Warga Diminta Waspada

Gejala Virus Corona Sangat Umum, Warga Diminta Waspada

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakarta Utara Kebanjiran

Kantor Wali Kota Jakarta Utara Kebanjiran

Megapolitan
Banjir Mulai Genangi Pademangan, Warga Stok Mie Instan hingga Air Bersih

Banjir Mulai Genangi Pademangan, Warga Stok Mie Instan hingga Air Bersih

Megapolitan
Jalan DI Panjaitan Macet Gara-gara Genangan Air Hujan

Jalan DI Panjaitan Macet Gara-gara Genangan Air Hujan

Megapolitan
Serangan Netizen ke Akun Medsos Pelaku Penodongan di Warteg Mempersulit Kerja Polisi

Serangan Netizen ke Akun Medsos Pelaku Penodongan di Warteg Mempersulit Kerja Polisi

Megapolitan
Butuh 3 Hari untuk Pastikan Pasien yang Dirawat di RSPI Terinfeksi Virus Corona

Butuh 3 Hari untuk Pastikan Pasien yang Dirawat di RSPI Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
MAPID Sajikan Peta Wilayah Rawan Banjir di Jakarta

MAPID Sajikan Peta Wilayah Rawan Banjir di Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, Angkasa Pura II Bagikan Masker Gratis untuk Petugas Bandara Soetta

Antisipasi Virus Corona, Angkasa Pura II Bagikan Masker Gratis untuk Petugas Bandara Soetta

Megapolitan
Kronologi Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona hingga Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Kronologi Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona hingga Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Megapolitan
Cegah Virus Corona, Angkasa Pura II Perketat Pengawasan 2 Bandara Ini

Cegah Virus Corona, Angkasa Pura II Perketat Pengawasan 2 Bandara Ini

Megapolitan
Wabah Corona Menyerang, Lion Grup Tutup Sementara Penerbangan ke Wuhan

Wabah Corona Menyerang, Lion Grup Tutup Sementara Penerbangan ke Wuhan

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Beri Bantuan Peralatan Sekolah hingga Obat-obatan untuk Korban Banjir

Pemprov DKI Jakarta Beri Bantuan Peralatan Sekolah hingga Obat-obatan untuk Korban Banjir

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Medan Merdeka Barat Tergenang

Hujan Deras, Jalan Medan Merdeka Barat Tergenang

Megapolitan
17 Titik di Jakarta Dilanda Banjir Siang Ini

17 Titik di Jakarta Dilanda Banjir Siang Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X