Hapus OYK, Jokowi Cari Cara Menekan Urbanisasi

Kompas.com - 16/07/2013, 12:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau lokasi kebakaran di RT 4/RW 7, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2013). KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau lokasi kebakaran di RT 4/RW 7, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com —Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bahwa Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) seusai hari raya Idul Fitri tidak akan efektif menekan jumlah pendatang baru di Ibu Kota. Jokowi masih mencari cara untuk mendapatkan langkah efektif agar tidak terjadi ledakan penduduk di Jakarta.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun ini, tidak akan ada lagi OYK seusai Lebaran. Ia menilai, OYK tidak efektif membendung laju urbanisasi. Menurutnya, OYK hanya dapat menekan jumlah pendatang pada saat Lebaran, tetapi tidak sepanjang tahun.

"Kita hitung memang tidak efektif. Nyatanya kan (pendatang) tambah-tambah juga," kata Jokowi di acara penyerahan zakat yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) di Istora Senayan, Selasa (16/7/2013).

Jokowi mengatakan, sampai sekarang, ia belum mendapat jurus jitu untuk menekan jumlah warga pendatang tersebut. Namun, ia telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta untuk mencari langkah-langkah yang efektif guna menekan warga pendatang.

"Kita akan ajak besar-besaran kepada seluruh pemudik agar mereka tidak membawa saudara-saudaranya untuk nambahin penduduk Jakarta, atau mungkin nanti sistem kependudukannya yang kita atur untuk memberikan hambatan agar tak ke Jakarta," katanya.

Berdasarkan Disdukcapil, sejak 2003, pendatang baru ke Jakarta seusai Lebaran terus menurun. Pada 2003, jumlah pendatang di Jakarta mencapai 204.830 orang. Pada 2004, jumlahnya turun menjadi 190.356 orang dan turun lagi menjadi 180.767 orang pada tahun berikutnya.

Pada 2006, jumlah kaum urban setelah Lebaran melorot lagi menjadi 124.427 orang, lalu 109.617 orang, dan 88.473 orang pada tahun-tahun selanjutnya. Jumlahnya kembali menurun pada 2009, yakni 69.554 orang dan merosot lagi menjadi sekitar 60.000 pada 2010. Pada 2011, jumlah pendatang baru hanya 51.875 orang.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Megapolitan
Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Megapolitan
Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

Megapolitan
Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Megapolitan
Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Megapolitan
Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X