Di Jakbar, Kawasan Tamansari Paling Rawan PKL dan Parkir Liar

Kompas.com - 20/07/2013, 17:26 WIB
Kembali normalnya aktivitas perkantoran dan pusat-pusat perekonomian pascalibur Natal dan Tahun Baru membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta padat. Seperti di Kawasan Glodok di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (2/1/2013). KOMPAS/HERU SRI KUMOROKembali normalnya aktivitas perkantoran dan pusat-pusat perekonomian pascalibur Natal dan Tahun Baru membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta padat. Seperti di Kawasan Glodok di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Penulis Windoro Adi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kecamatan Tamansari menjadi kawasan paling rawan tindakan okupasi bahu jalan yang dilakukan para pedagang kaki lima dan para petugas parkir di Jakarta Barat.

Separuh bahu Jalan Bustru di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar), misalnya, telah menjadi lahan parkir sepeda motor. Hal itu mengakibatkan kemacetan lalu lintas di salah satu jalan nadi perdagangan di kawasan Glodok tersebut. Roda bisnis pun terhambat.

GOOGLE MAPS Peta kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.


Dalam pengamatan Kompas pada Sabtu (20/7) pagi hingga siang, bahu jalan yang dijadikan lahan parkir sepeda motor tersebut memanjang dari sebelah Mapolsek Tamansari hingga ujung Pertokoan Glodok Jaya. Puluhan sepeda motor diparkir sampai tiga deret. Padahal lahan parkir di dalam kompleks Pertokoan Glodok Jaya masih tersedia, seperti tampak saat Kompas menyisir lahan parkir di kompleks tersebut.

Camat Tamansari Paris Limbong mengatakan, para pengendara sepeda motor enggan masuk dan parkir di kompleks pertokoan karena biayanya lebih mahal. Tetapi sepengamatan Kompas, biaya parkir di dalam kompleks memenuhi aturan main yang ada. Di dalam kompleks, pengendara sepeda motor tidak ditarik lagi biaya juru parkir, seperti yang terjadi di kompleks Blok M Square, Melawai, Jakarta Selatan.

Di seberang Mapolsek Tamansari, di luar Hotel Sun City, juga tampak puluhan sepeda motor terparkir di bahu jalan. Padahal, tepat di atas lahan parkir tersebut terpasang rambu larangan parkir yang jelas terlihat. Lalu lintas pun rawan macet karena tempat parkir tersebut berada di persimpangan jalan.

Jalan Bustru yang sesuai rambu lalu lintas seharusnya hanya satu arah menuju Jalan Hayam Wuruk, hari itu seperti hari-hari sebelumnya, dilintasi puluhan sepeda motor dari arah berlawanan. Lalu lintas semakin macet karena kegiatan bongkar muat truk-truk boks maupun sepeda motor.

Hak pejalan kakipun terlupakan sebab seluruh jalur pedestrian diokupasi para pedagang kaki lima (PKL) dan puluhan sepeda motor yang parkir. Hal serupa tampak di mulut Jalan Labu, di sebelah Jalan Bustru, di sisi Hotel Jayakarta. Sepertiga bahu jalan diokupasi puluhan sepeda motor yang parkir hingga dua deret.

Pada hari itu, sebagian ruas jalan di kolong jembatan Glodok sudah diamankan dan dijaga oleh polisi pamong praja. Arus lalu lintas di ruas Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajahmada pun menjadi sedikit lancar. Meski demikian, kawasan Pancoran kembali semrawut oleh parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Keadaan itu sudah jauh berbeda dibanding saat Fadjar Panjaitan masih menjadi Wali Kota Jakbar (2004-2008).

Kemacetan lalu lintas di kawasan perdagangan Asemka, terutama di sekitar kolong Jembatan Asemka, seperti tampak siang kemarin, jauh lebih buruk karena kegiatan parkir liar dan PKL. Sejumlah tempat yang rawan macet oleh parkir kendaraan dan PKL tersebut berada di wilayah Kecamatan dan Polsek Tamansari.

Menanggapi hal itu, Limbong mengatakan, ia telah berkoordinasi dengan Kepala Polsek Tamansari Komisaris Vivid Adi untuk menertibkan lahan parkir dan PKL agar tidak mengganggu jalan nadi perdagangan di kawasan tersebut.

"Kami pihak kecamatan dan polsek sedang memetakan mana saja kawasan rawan macet karena PKL dan kegiatan parkir. Rencananya, penertiban akan dilakukan setelah Lebaran," kata Limbong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X