Kompas.com - 21/07/2013, 09:20 WIB
Pasar Tanah Abang yang tak pernah sepi pembeli, Selasa (16/7/2013). Tak hanya pedagang pekaian jadi, pedagang buah dan makanan berat pun tumpah ruah di jalanan sekitar Tanah Abang, Jakarta. ESTU SURYOWATIPasar Tanah Abang yang tak pernah sepi pembeli, Selasa (16/7/2013). Tak hanya pedagang pekaian jadi, pedagang buah dan makanan berat pun tumpah ruah di jalanan sekitar Tanah Abang, Jakarta.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang bersedia direlokasi ke Blok G yang selama ini tidak ditempati. Namun, sebagian PKL yang menolak memilih mencari lahan kosong.

PKL Tanah Abang pada Sabtu (20/2/2013) malam melakukan koordinasi terkait langkah-langkah yang akan mereka lakukan. Sebab, pada Senin (22/7/2013) besok, akan ada penataan lalu lintas di kawasan Tanah Abang.

"Kemungkinan kami akan memindahkan pedagang Pasar Tasik ke tanah kosong di Jalan Jembatan Tinggi yang disewa PT Adhi Karya. Namun kami belum bisa komunikasi dengan pihak Adhi Karya," kata Abdul Azan, Sekretaris RW 009, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.

Pengurus RW 009 Kebon Kacang selama ini yang mengoordinasikan keberadaan pedagang Pasar Tasik yang buka setiap Senin dan Kamis. Mereka biasanya membuka lapak di mobil di sepanjang Jalan Jati Bunder.

Di Jakarta Barat, PKL juga mengokupasi Jalan Bustru di kawasan Mangga Besar, Tamansari. Akibatnya jalan nadi perdagangan di kawasan Glodok ini macet.

Camat Tamansari Paris Limbong mengaku ada sejumlah RW di lingkungannya yang bermain mata dengan PKL. Mereka ini menarik tarif lapak PKL.

"Kalau memang sudah akut dan masif, saya akan minta para ketua RW sekalian saja mengelola PKL. Sekarang ini, kan, enggak jelas uang lapaknya dikemanakan oleh para RW yang memungut uang lapak," ujarnya. (WIN/NEL/NDY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Megapolitan
Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Megapolitan
Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan | Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol

[POPULER JABODETABEK] Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan | Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol

Megapolitan
Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.