Kompas.com - 22/07/2013, 21:59 WIB
Kemacetan parah masih terjadi di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (9/7/2013). Kemacetan disebabkan parkir liar di badan jalan, pedagang kaki lima, dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Upaya pemerintah provinsi untuk menertibkan pedagang dan mengatur lalu lintas belum membuahkan hasil. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOKemacetan parah masih terjadi di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (9/7/2013). Kemacetan disebabkan parkir liar di badan jalan, pedagang kaki lima, dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Upaya pemerintah provinsi untuk menertibkan pedagang dan mengatur lalu lintas belum membuahkan hasil.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pedagang kaki lima di Tanah Abang menyesali rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merelokasi PKL yang berjualan di bahu jalan menuju Gedung Blok G Pasar Tanah Abang. Mereka rela pindah asalkan mendapat jaminan keamanan.

Anton, PKL yang sudah delapan tahun berjualan sandal di badan jalan, mengatakan, sebelumnya ia pernah pindah ke dalam area Blok G. Namun, menurutnya, tempat tersebut sama sekali tidak layak untuk berjualan karena kondisi keamanan yang belum terjamin.

"Dalam gedung Blok G enggak layak untuk buat pedagang. Kalau siang situ kan banyak orang judi dan pacaran, banyak juga orang yang mabuk-mabukan," kata Anton kepada Kompas.com di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2013).

Anton mengaku bersedia pindah apabila Pemprov DKI atau jajaran terkait bersedia memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan untuk berjualan di tempat itu. "Pokoknya PKL dipindahin boleh, tapi yang layaklah," katanya.

Ayu Hasana (50), pedagang lain, mengatakan pernah menempati Blok G. Namun, ia tak mendapat keuntungan sama sekali karena lokasi itu sepi pembeli.

"Saya pernah pindah ke Blok G, tapi nyamuk yang beli, enggak ada yang beli. Perut saya kelaparan. Bangkrut saya akhirnya sampai utang saya banyak ke mana-mana," kata Ayu.

Menurut Ayu, tempat relokasi PKL di gedung Blok G kurang tepat karena di lantai bawah gedung terdapat toko-toko grosir dan pakaian yang menjual dengan harga murah. Ia menilai kondisi seperti itu mempersulit pedagang untuk bersaing menjaring pembeli.

"Masak kaki lima dipindah ke atas, grosir-grosir ada di bawah. Memangnya Ahok (Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) doang yang mau beli? Ahok doang kali yang mau beli di kaki lima di atas," kata Ayu.

Pemprov DKI menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang yang bertujuan agar lalu lintas tidak macet dan kondisi pasar terlihat bersih dari kekumuhan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Megapolitan
Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Megapolitan
UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

Megapolitan
Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X