Kompas.com - 23/07/2013, 14:56 WIB
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengenakan jas almamater Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) kepada Rano Karno (tengah), satu di antara mahasiswa STIP-AN di Kampus STIP-AN, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2011). Megawati memberikan kuliah umum dalam orientasi mahasiswa baru di kampus tersebut. STIP-AN bekerja sama dengan partai politik, satu di antaranya adalah PDI Perjuangan, memberikan kuliah politik dan pemerintahan. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAMantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengenakan jas almamater Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) kepada Rano Karno (tengah), satu di antara mahasiswa STIP-AN di Kampus STIP-AN, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2011). Megawati memberikan kuliah umum dalam orientasi mahasiswa baru di kampus tersebut. STIP-AN bekerja sama dengan partai politik, satu di antaranya adalah PDI Perjuangan, memberikan kuliah politik dan pemerintahan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Provinsi Banten Rano Karno dikabarkan sempat ingin mengundurkan diri dari jabatannya karena sejumlah alasan. Hal itu diungkapkan sahabat serta rekan satu partainya di PDI Perjuangan, Dedi Gumelar, Selasa (23/7/2013).

Dedi yang dikenal dengan panggilan Miing mengatakan, dalam sebuah kesempatan, Rano Karno sempat menyatakan niatnya untuk mundur sebagai Wagub Banten. Akan tetapi, saat itu juga Miing mencegahnya. Tak hanya itu, menurut Miing, keinginan Rano itu juga telah sampai ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Lagi-lagi, niat tersebut dicegah.

Berdasarkan pengakuan Rano kepada Miing, Rano ingin mundur karena merasa tak dianggap sebagai wagub. Rano menilai, sebagai Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah tak memberinya porsi selayaknya seorang wagub.

"Beberapa minggu lalu dia cerita karena merasa tidak mendapatkan porsi lebih sebagai Wagub Banten. Justru menurut saya dia harus mempertahankan hak konstitusinya dan memperjuangkan haknya untuk mendapatkan porsi sebagai wagub," kata Miing saat dihubungi, Selasa (23/7/2013).

Anggota Komisi X DPR ini berharap, pengakuan Rano itu mendapat perhatian dari Ratu Atut sehingga memberi perhatian lebih kepada Rano. Meski demikian, Miing menduga hubungan keduanya sebagai pemimpin Banten sudah tidak mesra lagi.

"Kalau terlintas keinginan mundur dari Rano, berarti ada yang tidak nyaman," ujar Miing yang kini maju sebacai calon wali kota Tangerang.

Pada Pilkada Provinsi Banten 2011 lalu, pasangan Ratu Atut-Rano Karno diusung 11 partai politik, antara lain, Partai Golkar, PDI-P, Partai Hanura, Gerindra, PKB, PBB, dan PAN. Pasangan Atut-Rano yang juga didukung 22 partai nonparlemen memperoleh 61 persen suara pemilih, unggul dari pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita yang memperoleh 38,39 persen, dan pasangan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzaki dengan perolehan suara 11,40 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.