Kompas.com - 23/07/2013, 16:41 WIB
Arus lalu lintas di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang lancar karena steril dari PKL, Senin (22/7/2013). Mulai hari ini, seluruh kendaraan dari arah Pejompongan (selatan) yang hendak masuk ke kawasan Pasar Tanah Abang, harus melewati Jalan Kebon Jati. Sementara kendaraan dari arah Pejompongan yang hendak menuju Cideng (utara) maupun sebaliknya, wajib melewati terowongan Tanah Abang. Alsadad RudiArus lalu lintas di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang lancar karena steril dari PKL, Senin (22/7/2013). Mulai hari ini, seluruh kendaraan dari arah Pejompongan (selatan) yang hendak masuk ke kawasan Pasar Tanah Abang, harus melewati Jalan Kebon Jati. Sementara kendaraan dari arah Pejompongan yang hendak menuju Cideng (utara) maupun sebaliknya, wajib melewati terowongan Tanah Abang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com —Penataan lalu lintas dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang Jakarta Pusat tidak mengenal waktu. Bukan karena waktu puasa dan menjelang Lebaran aparat gabungan menertibkan pedagang di badan jalan. Penertiban itu dilakukan untuk menjaga aset nasional, bahkan internasional, agar kelancaran lalu lintas kendaraan tidak terganggu.

"Tanah Abang itu obyek vital yang harus dijaga. Kepentingan umum di atas segala-galanya. Penataan lalu lintas dan penertiban pedagang kaki lima tidak mengenal waktu. Penertiban ini tidak ada kaitannya dengan puasa dan Lebaran, tetapi karena ada kepentingan umum yang terganggu di sana," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono, Selasa (23/7/2013), di Jakarta.

Keberadaan PKL yang menggunakan badan jalan melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, dan Perda Nomor 12 Tahun 2007 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

"Ancaman hukumannya penjara selama enam bulan. Jadi sudah jelas, apakah harus menunggu waktu lagi. Siapa yang mengokupasi jalan ditertibkan," kata Pristono.

Mulai Selasa (23/7/2013), tim gabungan di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengubah arus lalu lintas tahap kedua. Pada tahap ini, arus lalu lintas tidak saja diarahkan ke Jalan Kebon Jati lalu berputar arah ke Jalan KH Mas Mansyur lagi. Namun, jalan diarahkan memutar lebih jauh ke Jalan Jati Bunder melewati Pasar Blok G dan kembali lagi ke Jalan KH Mas Mansyur.

Penertiban ini yang kemudian dikecam sejumlah pedagang. Taufik, warga RW 07 Kelurahan Tanah Abang, meminta agar penertiban bisa ditunda sampai Lebaran usai. Sebab, saat ini pedagang sedang ramai-ramainya berjualan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Megapolitan
Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Megapolitan
Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Megapolitan
Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Megapolitan
Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, 515 Orang di Jakarta Ajukan SIKM, 137 Ditolak

Hari Pertama Larangan Mudik, 515 Orang di Jakarta Ajukan SIKM, 137 Ditolak

Megapolitan
Aturan Keluar Masuk Jabodetabek saat Masa Larangan Mudik 2021

Aturan Keluar Masuk Jabodetabek saat Masa Larangan Mudik 2021

Megapolitan
Kadisdik DKI: Seluruh Proses PPDB Tahun Ajaran Baru 2021 Dilaksanakan Secara Online

Kadisdik DKI: Seluruh Proses PPDB Tahun Ajaran Baru 2021 Dilaksanakan Secara Online

Megapolitan
Kepala Minimarket Ikut dalam Komplotan Maling, Curi Uang Rp 87 Juta dari Brankas

Kepala Minimarket Ikut dalam Komplotan Maling, Curi Uang Rp 87 Juta dari Brankas

Megapolitan
Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Minimarket di Pancoran Dibobol Komplotan Maling, Pelaku Libatkan Orang Dalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X