Kompas.com - 23/07/2013, 23:51 WIB
Ilustrasi Lampu Jalan. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTOIlustrasi Lampu Jalan. KOMPAS/AGUS SUSANTO
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur mudik di Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah tak berfungsi.

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan perbaikan lampu PJU selesai pada H-7 sebelum hari raya Idul Fitri mendatang.

Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan PJU (DPPJU) Kota Bekasi Makbullah mengatakan, kerusakan lampu PJU itu diketahui setelah didata.

"Jumlahnya 606 lampu yang rusak," tuturnya.

Ratusan lampu PJU itu tersebar di beberapa ruas jalan, antara lain di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jalan Sultan Agung Pondok Ungu, Jalan Siliwangi Naragong, Jalan Sersan Aswan, Jalan Mayor Hasibuan, dan Jalan Trans Yogi Cibubur.

Kerusakan lampu PJU juga ditemukan di Jalan Cut Mutia, Jalan Jaya Martono, Jalan Juanda, dan Jalan Ahmad Yani.

"Setelah terdata jelas jumlahnya, kami akan segera lakukan perbaikan," ungkapnya.

DPPJU mencatat jumlah PJU seluruhnya mencapai 22.700 lampu yang tersebar di 12 kecamatan dan 56 kelurahan se-Kota Bekasi.

Lampu PJU yang rusak diperkirakan sekitar 25 persen dengan tingkat kerusakan yang beragam.

Kerusakan PJU tersebut, kata Makbullah, karena terkena petir, kabel PJU dicuri, jaringan rusak, atau lampu PJU yang sudah dimakan usia sehingga tidak menyala.

Bahkan, kata dia, beberapa lampu PJU di Stadion Patriot Bekasi juga dilaporkan dirusak waria yang mangkal di wilayah itu.

Makbullah memastikan perbaikan lampu PJU itu akan rampung sebelum H-7 Lebaran. Perbaikan dilakukan dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar, yang diambil dari APBD 2013.

Selain perbaikan, lanjut dia, DPPJU juga berencana memasang lampu PJU baru untuk 1.014 titik di beberapa tempat, seperti di lingkungan warga.

"Saat ini masih lelang. Bulan depan mudah-mudahan sudah mulai dipasang," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berikut Pernyataan Para Saksi dalam Sidang Ketiga Dokter Hamil Pembakar Bengkel di Cibodas

Berikut Pernyataan Para Saksi dalam Sidang Ketiga Dokter Hamil Pembakar Bengkel di Cibodas

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

Megapolitan
Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Megapolitan
Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Megapolitan
Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Megapolitan
Viral 'Kampung Mati' Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Viral "Kampung Mati" Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Megapolitan
Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Megapolitan
Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.