Mana BLSM untuk Keluarga Ini?

Kompas.com - 24/07/2013, 02:03 WIB
Seorang warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, membersihkan rumah yang kotor akibat luapan air Kali Ciliwung, Selasa (23/7/2013). Kompas.com/ Estu SuryowatiSeorang warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, membersihkan rumah yang kotor akibat luapan air Kali Ciliwung, Selasa (23/7/2013).
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Satu keluarga korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, tidak mendapatkan bantuan langsung masyarakat sementara (BLSM). Padahal, keluarga itu sangat membutuhkannya.

"Saya mah enggak dapat (BLSM)," ujar kepala keluarga itu, Beni (34).

Beni adalah warga RT 001RW 005, Kampung Pulo. Ia tinggal bersama istri, tiga orang anak, dan mertua laki-laki di rumah berukuran 4 x 6 meter persegi.

Rumah itu memang memiliki dua lantai. Namun pada saat banjir seperti sekarang, keluarganya berkumpul di lantai dua. Antara rumah Beni dan Kali Ciliwung hanya dipisahkan sebuah rumah, yang bentuk dan ukurannya tak jauh berbeda dari rumah Beni.

Satu keluarga itu menggantungkan hidup pada istri Beni, yang bekerja sebagai penjual pepes teri dan oncom di dekat sebuah sekolah di kawasan itu.

Beni sudah tak bekerja selama delapan bulan terakhir karena katarak. Mertua Beni sudah terlalu tua untuk bekerja. Sementara itu, anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar. Dua orang di kelas II, dan satu lagi kelas IV.

Ketika ditanya soal ibu mertua, Beni mengatakan bahwa sang ibu meninggal karena sakit, tak tertolong karena banjir pada 2007.

"Kita terjebak banjir. Susah keluar. Satu-satunya cara lewat genting-genting orang. Akhirnya kita keluar semua. Mungkin enggak kuat, jadi (ibu) dibawa ke rumah abangnya. Setelah itu masuk ke RS Budi Asih, dan malamnya meninggal," tutur Beni.

Mengenai BLSM, Ketua RT 001 RW 005 Tullah mengatakan, pendataan calon penerima BLSM tidak dikoordinasikan dengan pengurus RT. Menurutnya, jika ia dilibatkan dalam pendataan calon, maka Beni dan warga yang membutuhkan akan mendapatkan BLSM.

"Ini enggak, tahu-tahu datang kantor pos ngasih surat. RT-nya saja enggak tahu, jadi enggak ada laporan (data penerima BLSM)," terang Tullah.

"Saya pernah konfirmasi, pihak kelurahan bilang tidak tahu-menahu. Masalah pembagiannya, masalah yang di kantor pos mana. Sosialisasi enggak ada. Jadi istilahnya bantuan ini saya rasa enggak tepat sasaran. Yang seharusnya dapat, enggak dapat," tambahnya.

Di RT 001 RW 005 Kampung Pulo terdapat 90 kepala keluarga. Lebih dari separuhnya masuk kategori kurang mampu secara ekonomi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

Megapolitan
Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

Megapolitan
Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Tertinggi, 2.121 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang Januari

Tertinggi, 2.121 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang Januari

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

Megapolitan
Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

Megapolitan
Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

Megapolitan
KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Megapolitan
Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Megapolitan
Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Megapolitan
Tabrak Sepatbor Mobil Boks, Pengendara Motor Jatuh dan Tewas di Tempat

Tabrak Sepatbor Mobil Boks, Pengendara Motor Jatuh dan Tewas di Tempat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X