Kompas.com - 25/07/2013, 13:43 WIB
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan jam 10.00 WIB melakukan sidak dengan 60 anggota Dinas Perhubungan. Pengecekan.yang dilakukan antara lain surat menyurat dam kelayakan jalan, Jakarta, Kamis (25/7/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIKepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan jam 10.00 WIB melakukan sidak dengan 60 anggota Dinas Perhubungan. Pengecekan.yang dilakukan antara lain surat menyurat dam kelayakan jalan, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Razia dadakan yang dilakukan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan membuat terkejut para sopir AKAP (antar kota antar provinsi). Saat masuk ke gerbang Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mereka dihentikan petugas.

Kepala Suku Dinas Pergubungan Jakarta Selatan Arifin HM memimpin langsung 60 petugas yang melakukan razia. Mereka menanyakan kelengkapan surat dan kondisi kendaraan kepada sopir.

Razia dilakukan sekitar pukul 10.00, Kamis (25/7/2013). Bus yang diperiksa terutama yang akan menjadi angkutan Lebaran.

"Pengecekan ini dilakukan untuk menentukan kendaraan yang layak digunakan untuk mudik dan kendaraan yang harus dikandangkan," ujar Arifin, Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Kriteria pengecekan surat antara lain KIU (Kartu Izin Usaha), dan kartu trayek. Kelengkapan kendaraan yang dijadikan syarat adalah lampu dan tanggap darurat (martil kaca). Tes pengemudi dengan uji urine baru mulai dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus, langsung oleh Dinas Kesehatan.

Menurut Arifin, kendaraan yang tidak layak jalan akan di nonaktifkan hingga Lebaran. Namun, bagi kendaraan yang kondisinya masih layak, akan digunakan saat Lebaran nanti.

"Jika dari hasil pemeriksaan tidak layak jalan akan kita kandangkan sampai habis Lebaran tapi apabila bisa diperbaiki akan diperbaiki di Rawa Buaya, Pulo Gebang, dan Tanah Merdeka," ujar Arifin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Megapolitan
Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.