Kompas.com - 25/07/2013, 18:04 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Tangerang Syafril Elain tidak bisa menjelaskan alasan tepat kenapa salah satu bakal calon wakil wali kota Tangerang, Sachrudin, tidak lolos karena terganjal izin dari Wali Kota Wahidin Halim. Menurutnya, KPUD Tangerang belum mendapat klarifikasi dari Wahidin.

"Surat klarifikasi tidak dibalas dari Wali Kota dan tidak ada jawaban sampai tadi malam," katanya di kantor KPUD Kota Tangerang, Kamis (25/7/2013).

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Banten Budi Heriyadi selaku salah satu partai yang mendukung Arief-Sachrudin menyesalkan sikap Ketua KPUD Kota Tangerang. Menurutnya, KPUD hanya mengejar selesainya tahapan tanpa mengakomodir aspirasi peserta pemilihan.

"Ketua KPUD memaksakan diri untuk menyelesaikan pleno untuk segera ke proses pengambilan nomor urut besok," katanya di KPUD Kota Tangerang.

Selain itu, Budi menilai sikap Ketua KPUD Kota Tangerang merupakan sikap pribadi yang sarat kepentingan politik, bukan sikap lembaga KPUD Kota Tangerang secara keseluruhan. Hal itu karena tidak ada komisioner KPUD lain, kecuali Syafril Elain.

Budi menyatakan pernah mengirim surat ke KPU RI pada 16 Juli 2013 untuk mempertanyakan kejelasan status pasangan Arief dan Sachrudin. Namun, sampai saat ini ia belum menerima surat tanggapan.

"Ini semakin jelas semata-mata hanya ada kepentingan dari salah satu calon wali kota dan tentu saja indikasi yang jelas kepentingan (Wali Kota Tangerang) Wahidin Halim agar adiknya (Abdul Syukur) bisa terpilih menjadi wali kota yang baru," ujarnya.

Hari ini KPUD Kota Tangerang menetapkan tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang yang akan berlangsung pada 31 Agustus 2013. Hanya pasangan Arief-Sachrudin yang gagal ikut pemilihan.

Syafril mengatakan, Sachrudin yang saat ini masih menjabat sebagai Camat Pinang, Kota Tangerang, tidak mendapat persetujuan dari Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Surat pengunduran diri Sachrudin belum ditandatangani oleh Wahidin.

Menurut Syafril, ada dua pejabat dalam struktur Kepegawaian Negeri Sipil Kota Tangerang yang ikut pencalonan. Selain Sachrudin, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Harry Mulya Zein juga mencalonkan diri sebagai wali kota didampingi calon wakilnya, Iskandar Zulkarnaen. Tak seperti Sachrudin, Harry sudah mendapat izin dari Wahidin.

Dengan keputusan KPUD tersebut, jika tidak ada gugatan pasangan Arief-Sachrudin yang diusung Demokrat, Gerindra dan PKB ke PTUN, maka hanya akan ada 3 pasang peserta yang akan bertarung dalam Pilkada Kota Tangerang. Ketiganya adalah Tubagus Dedi Gumelar-Suratno Abu Bakar yang didukung PDI-P dan PAN, Abdul Syukur-Hilmi Fuad dari Golkar dan PKS, serta Harry Mulya-Iskandar yang disokong PPP dan Hanura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 3 Remaja Pembegal di Teluknaga Tangerang yang Kerap Lukai Korbannya

Polisi Tangkap 3 Remaja Pembegal di Teluknaga Tangerang yang Kerap Lukai Korbannya

Megapolitan
Rentetan Penutupan Holywings: Pemkab Tangerang Tutup Permanen 3 'Outlet', Anggap Ganggu Ketertiban

Rentetan Penutupan Holywings: Pemkab Tangerang Tutup Permanen 3 "Outlet", Anggap Ganggu Ketertiban

Megapolitan
Anak 7 Tahun di Kebayoran Lama Menangis Kesakitan ke Ibunya, Ternyata Dicabuli Tetangga

Anak 7 Tahun di Kebayoran Lama Menangis Kesakitan ke Ibunya, Ternyata Dicabuli Tetangga

Megapolitan
Blak-blakan Holywings soal Promosi Miras Berbau SARA, Manajemen Mengaku Kecolongan

Blak-blakan Holywings soal Promosi Miras Berbau SARA, Manajemen Mengaku Kecolongan

Megapolitan
Saat Promosi Miras Jadi Bumerang bagi Holywings, 'Outlet' di Jabotabek Ditutup Pemda Satu Per Satu

Saat Promosi Miras Jadi Bumerang bagi Holywings, "Outlet" di Jabotabek Ditutup Pemda Satu Per Satu

Megapolitan
Misteri Mayat Dalam Karung yang Ditenggelamkan di Kali Pesanggrahan, Lokasi Pembunuhan Ditemukan

Misteri Mayat Dalam Karung yang Ditenggelamkan di Kali Pesanggrahan, Lokasi Pembunuhan Ditemukan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Manajer Sebut Bisnis Holywings Tumbang | Tanggapan Manajemen Holywings Setelah Penyegelan

[POPULER JABODETABEK] Manajer Sebut Bisnis Holywings Tumbang | Tanggapan Manajemen Holywings Setelah Penyegelan

Megapolitan
UPDATE 29 Juni 2022: Tambah 149 Orang, Kasus Aktif Covid-19 di Tangsel Kini 476

UPDATE 29 Juni 2022: Tambah 149 Orang, Kasus Aktif Covid-19 di Tangsel Kini 476

Megapolitan
Saat Manajemen Holywings Dicecar Habis Anggota Dewan Setelah Jelaskan Kronologi Konten Promosi Bernada SARA...

Saat Manajemen Holywings Dicecar Habis Anggota Dewan Setelah Jelaskan Kronologi Konten Promosi Bernada SARA...

Megapolitan
Posko Pergantian Dokuman Imbas Perubahan Nama Jalan di Jakbar Masih Dibuka, Warga Cukup Bawa KTP Lama

Posko Pergantian Dokuman Imbas Perubahan Nama Jalan di Jakbar Masih Dibuka, Warga Cukup Bawa KTP Lama

Megapolitan
Dinas Pariwisata DKI Datangi Bar Mr.Braid di Kebayoran Lama, Telusuri Dugaan Promosi Prostitusi

Dinas Pariwisata DKI Datangi Bar Mr.Braid di Kebayoran Lama, Telusuri Dugaan Promosi Prostitusi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jadetabek Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jadetabek Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Tanda Tanya Dalih Manajemen Holywings Soal Promosi Miras Bernada SARA

Tanda Tanya Dalih Manajemen Holywings Soal Promosi Miras Bernada SARA

Megapolitan
Posko Dukcapil di Rawa Buaya Masih Dibuka Besok, Layani Warga yang Ingin Ubah Data Kependudukan

Posko Dukcapil di Rawa Buaya Masih Dibuka Besok, Layani Warga yang Ingin Ubah Data Kependudukan

Megapolitan
Cerita Ibu-ibu Pilih Piknik di Kota Tua Jakarta saat Anak Libur Sekolah

Cerita Ibu-ibu Pilih Piknik di Kota Tua Jakarta saat Anak Libur Sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.