Pedagang Minta Diizinkan Jualan Setelah Terminal Depok Ditata

Kompas.com - 26/07/2013, 23:59 WIB
Murid TK di Sekolah Masjid Terminal (Master), Depok, Jawa Barat, Senin (15/7/2013). Sekolah bagi anak-anak jalanan ini rencananya akan digusur untuk pengembangan terminal dan mal. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESMurid TK di Sekolah Masjid Terminal (Master), Depok, Jawa Barat, Senin (15/7/2013). Sekolah bagi anak-anak jalanan ini rencananya akan digusur untuk pengembangan terminal dan mal.
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pedagang di Terminal Depok, Jawa Barat, mengaku tidak keberatan dengan rencana Pemerintah Kota Depok menata terminal tersebut. Mereka hanya berharap diizinkan berdagang setelah terminal ditata.

"Saya sebagai pedagang belum tahu kepastian rencana penataan terminal ini. Saya sih baru denger-denger aja. Nggak tahu kalau yang punya kios ini sudah dapat surat. Saya sih setuju penataan, tapi berharap tetap bisa berjualan," kata Fredy (38), pedagang makanan di Terminal Depok, Jumat (26/7/2013).

Menurut Fredy, para pedagang berharap dibantu oleh pemerintah karena mereka memberi kontribusi ke negara.

"Kami minta jangan digusur aja, tapi diperhatikan juga. Kami minta direlokasi. Kami jangan dibiarkan seperti gembel," katanya.

Dikatakan Fredy, ia sudah enam tahun berjualan makanan dan kopi di Terminal Depok. Ia menyewa tempat Rp 600.000 per bulan. Setiap hari ia mendapatkan penghasilan di atas Rp 50.000.

"Untuk membiayai anak sekolah, Mas. Kalau nanti ditata terus saya nggak bisa jualan, gimana biayain sekolah anak saya," tutur bapak dua anak yang tinggal di Raden Saleh, Sukmajaya, Depok, itu.

Fredy menambahkan bahwa para pedagang di terminal juga berharap bisa berdagang. Fitri (35), pedagang nasi padang, juga tidak mengetahui kepastian penataan Terminal Depok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tidak tahu soal apakah terminal mau dibangun apartemen dan pusat bisnis. Pemberitahuan secara resmi tidak ada. Saya aja baru denger dari pedagang sebelah," tutur ibu dua anak itu, yang sudah berdagang di Terminal Depok sejak tahun 1998.

Fitri menyatakan bahwa ia berharap tetap dapat berdagang walaupun terminal ditata. "Saya minta bisa jualan lagi. Dikasih tempat di mana gitu. Setahun saya menyewa kios ini Rp 10 juta," tuturnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Megapolitan
Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Megapolitan
Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Megapolitan
Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Megapolitan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Megapolitan
Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Megapolitan
RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.