Kalapas Narkotika Cipinang Merasa Dizalimi Vanny

Kompas.com - 27/07/2013, 11:48 WIB
Kepala Lapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea (tengah)  bersama Abdul Halim Bin Mahasan (kanan), pengarah penjara pusat kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, dalam kunjungannya di Lapas Narkotika Cipinang, Rabu (20/6/2012). KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSKepala Lapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea (tengah) bersama Abdul Halim Bin Mahasan (kanan), pengarah penjara pusat kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, dalam kunjungannya di Lapas Narkotika Cipinang, Rabu (20/6/2012).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea, merasa dizalimi dengan pengakuan Vanny Rossyane (22) yang mengatakan ada pemberian fasilitas khusus bersama untuk kekasihnya, bandar narkoba yang menjadi terpidana mati Freddy Budiman (37).

Thurman kini dinonaktifkan dari jabatannya lantaran ada pengakuan dari Vanny tersebut. "Jelaslah merasa dizalimin. Jangan dikorbankan Kalapasnya. Jangankan satu persen, seribu persen tidak benar, tidak mungkin itu (ada ruangan khusus)," kata Thurman, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/7/2013).

Thurman mempertanyakan bagaimana bisa Vanny dapat bertemu dengan Freddy di lapas tersebut sampai mengaku mendapatkan fasilitas khusus.

Pasca-insiden di Lapas Medan dan Tanjung Gusta, pihaknya sendiri mengatakan meningkatkan pengamanan di setiap blok lapas. Thurman menyampaikan, dari daftar buku tamu yang masuk, tidak terdapat nama Vanny. "Pertama mungkin katakan dia pernah bertamu, tapi dia masuk dari mana. Kedua dia cerita (di media) bolak-balik," ujar Thurman.

Sementara itu, mengenai pemeriksaan terhadap anak buahnya oleh Inspektorat Kementerian Hukum dan HAM terkait kasus tersebut, dirinya mengaku belum mengetahu hasilnya. "Saya tidak tahu hasil pemeriksaan Inspektorat. Tapi menurut saya dua hari pemeriksaan pasti ada titik terang," ujar Thurman.

Ia pun meminta agar pihak Kementerian Hukum dan HAM dapat menjadikan Freddy sebagai saksi dari kasus tersebut. Menurutnya, Freddy dapat memberikan kesaksian mengenai kejadian yang sebenarnya.

"Saya tidak memojokan Freddy, kasihan dia tertekan dengan kejadian itu. Dia mau ngomong tapi tidak bisa terkait dengan itu. Saya harap Freddy bisa jadi saksi," ujar Thurman.

Thurman berharap, sebagai negara hukum kasus tersebut agar dilihat dari sisi fakta dan bukan isunya. Lebih lanjut, dirinya mengatakan, pengakuan Vanny yang pernah menggunakan narkoba dan melakukan aborsi juga mesti ada tindak lanjut dari aparat berwenang serta media dalam pemberitaannya.

Ketika ditanya apakah akan melaporkan balik Vanny di kepolisian, Thurman belum memastikannya. "Itu nanti urusan saya," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Megapolitan
Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Megapolitan
Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Megapolitan
Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Megapolitan
Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Megapolitan
SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X