Saksi Tak Dengar Suara Letusan Penembakan Polisi

Kompas.com - 27/07/2013, 21:35 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi peristiwa penembakan anggota Satlantas Polrestro Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono, Sabtu (27/7/2013) subuh, tidak mendengar letusan senjata api yang dilepaskan pelaku. Polisi masih kesulitan mencari pelaku.

"Pemeriksaan saksi dari olah TKP dari saksi di sekitar lokasi ada bengkel 24 jam dan dari sekitar waktu kejadian tak pernah mendengar ada letusan senjata," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Slamet Riyanto di Mapolres Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2013).

Slamet mengatakan, petugas keamanan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian juga tidak mendengar letusan senjata api. Sejauh ini polisi telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Polisi masih belum mengetahui motif penembakan tersebut.

Patah ditembak orang tak dikenal di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013) pukul 04.30. Saat kejadian, korban menggunakan sepeda motor berangkat dari rumahnya Bojong Gede, Depok, Jawa Barat, untuk pergi ke tempat kerjanya di Gambir, Jakarta Pusat.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor matic. Pelaku yang menembak mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket hitam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Musik Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Musik Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Megapolitan
Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Megapolitan
Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Megapolitan
Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Megapolitan
Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X