Kompas.com - 28/07/2013, 00:34 WIB
Sesorang memegang bong atau alat hisap sabu di dalam ruangan yang disebut-sebut Vanny Rossyane sebagai bilik asmara di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. VANNY ROSSYANESesorang memegang bong atau alat hisap sabu di dalam ruangan yang disebut-sebut Vanny Rossyane sebagai bilik asmara di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.
EditorTri Wahono


JAKARTA, KOMPAS.com
 - Vanny Rossyane menunjukkan bukti-bukti adanya bilik asmara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang berupa serangkaian foto. Di situlah ia mengaku sering melakukan hubungan seksual dan menikmati sabu bersama-sama.

Di dalam foto-foto tersebut terlihat sejumlah perabot seperti kursi dan meja kerja, televisi layar datar, sofa, dan papan informasi.

Bahkan, di salah satu foto terlihat tangan seseorang memegang bong atau alat isap sabu. Vanny mengaku itu tangannya sendiri.

Dalam berbagai kesempatan wawancara di televisi ataupun di sejumlah media, Vanny menyebut itu ruangan Kepala Lapas. Ia dan Freddy diberi kebebasan menggunakannya setiap kali berkunjung, bahkan mengunci pintu dari dalam.

Namun, hal tersebut dibantah Kalapas Cipinang Thurman Hutapea yang kini dinonaktifkan menyusul terkuaknya kasus tersebut.

Kasus dugaan adanya bilik asmara di Lapas Cipinang saat ini dalam penyelidikan Kementerian Hukum dan HAM.


VANNY ROSSYANE Di dalam ruangan yang menurut pengakuan Vanny Rossyane sering digunakan untuk bermesraan dengan terpidana mati Freddy Budiman terdapat papan informasi. Vanny menyebut ruangan itu adalah ruang Kalapas.
VANNY ROSSYANE Vanny Rossyane menyebut ruangan yang digunakannya untuk bermesraan dengan terpidana mati Freddy Budiman adalah ruangan Kepala Lapas. Tampak meja dan kursi kerja di dalam ruangan.
Di bilik asmara Lapas Cipinang yang disebut Vanny Rossyane juga terdapat sofa panjang layaknya ruang tamu.
VANNY ROSSYANE Di dalam ruangan yang disebut bilik asmara di Lapas Cipinang terdapat televisi layar datar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.