Kompas.com - 28/07/2013, 15:18 WIB
Ilustrasi: Para pemudik memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (16/8/2012). H-3 kali ini dipastikan sebagai puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, meski turun dari jumlah tahun lalu yang mencapai 22648 penumpang.  KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Ilustrasi: Para pemudik memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (16/8/2012). H-3 kali ini dipastikan sebagai puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, meski turun dari jumlah tahun lalu yang mencapai 22648 penumpang.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
-  Sejumlah operator bus antarkota mulai menetapkan kenaikan tarif hingga dua kali lipat dari tarif normal mulai tanggal 1 Agustus 2013. Tanggal ini diperkirakan menjadi mulai banyak pemudik yang menggunakan transportasi bus. Kenaikan tarif dua kali lipat berlaku untuk kelas eksekutif dan super.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di Terminal Antarkota di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (28/7/2013), operator bus seperti Rosalia Indah dan Karina menetapkan tarif berkisar Rp 385 hingga 480 ribu untuk tujuan Yogyakarta dan Rp 530 ribu-Rp 550 ribu untuk tujuan Surabaya.

"Mekanisme pasar sudah kayak gitu. Biasa terus naik dan mulai turun pas Lebarannya dan hari-hari setelahnya," kata petugas loket tiket Rosalia Indah, Sukriyanto saat ditemui Kompas.com, Minggu (28/7/2013).

Di dua operator tersebut, tarif normal untuk bus eksekutif dan super tujuan Yogyakarta antara Rp 190-Rp 235 ribu. Sedangkan tujuan Surabaya tarifnya Rp 245 ribu-Rp 350 ribu. Tarif normal hanya berlaku hingga 31 Juli 2013.

Sukri menjelaskan, perbedaan bus super dan eksekutif terletak pada komposisi tempat duduknya. Di kelas eksekutif, komposisi tempat duduk 2 dan 2. Sementara, untuk kelas Super, posisi tempat duduk di dalam bus lebih lengang karena komposisi deretnya 2 dan 1.

Untuk tarif sendiri, Sukri mengatakan ,tidak menutup kemungkinan akan turun sekitar tanggal 6 Agustus 2013 atau H-2.

"Tapi kembali ke mekanisme pasar lagi, bisa saja nanti H-2 harga tiket udah turun. Soalnya kalau sepi tiket pasti turun. Pernah kejadian kayak gitu, H-2 penumpang udah sepi," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pantauan hari ini, kepadatan penumpang di Terminal Kampung Rambutan masih dalam keadaan normal. Belum ada lonjakan jumlah penumpang. Hal itu terlihat dari belum adanya antrian di loket tiket. Bangku di tempat tunggu penumpang juga masih banyak yang kosong.

Berbeda dengan kereta api, untuk tiket bus tidak menyediakan tiket untuk arus balik. Jadi,  penumpang harus membeli tiket untuk pulang di terminal kota tempat tujuannya.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenakan Bikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Dijerat UU Pornografi

Kenakan Bikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Dijerat UU Pornografi

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 197 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Tembus 44.094

UPDATE 5 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 197 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Tembus 44.094

Megapolitan
PT LRT Sediakan Ruang Swapulih untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

PT LRT Sediakan Ruang Swapulih untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Megapolitan
Komentar Wagub DKI soal Temuan BPK Ada Pemborosan Pengadaan Masker dan Rapid Tes Rp 6,9 M

Komentar Wagub DKI soal Temuan BPK Ada Pemborosan Pengadaan Masker dan Rapid Tes Rp 6,9 M

Megapolitan
Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Bertambah 189 Kasus Covid-19 di Tangsel, 683 Pasien Sembuh

UPDATE 5 Agustus: Bertambah 189 Kasus Covid-19 di Tangsel, 683 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pekan Ini, Pemkot Jaktim Mulai Vaksinasi Dosis ke-3 bagi Nakes

Pekan Ini, Pemkot Jaktim Mulai Vaksinasi Dosis ke-3 bagi Nakes

Megapolitan
BPK Temukan Pemborosan Rp 5,8 Miliar Proyek Pengadaan Masker N95 di Pemprov DKI Jakarta

BPK Temukan Pemborosan Rp 5,8 Miliar Proyek Pengadaan Masker N95 di Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
Angkot Jurusan Pulogadung Terjebur Kali di Cakung

Angkot Jurusan Pulogadung Terjebur Kali di Cakung

Megapolitan
Banjir 50 Cm yang Rendam Cipinang Melayu Sudah Surut

Banjir 50 Cm yang Rendam Cipinang Melayu Sudah Surut

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Pemotor yang Disebut Bawa Rp 100 Juta di Pondok Cabe

Polisi Selidiki Perampokan Pemotor yang Disebut Bawa Rp 100 Juta di Pondok Cabe

Megapolitan
Banjir 50 Cm Rendam Cipinang Melayu, Damkar Kerahkan Tiga Mobil Pompa untuk Sedot Genangan

Banjir 50 Cm Rendam Cipinang Melayu, Damkar Kerahkan Tiga Mobil Pompa untuk Sedot Genangan

Megapolitan
Komisaris Utama PT ASA yang Diduga Dalang Penimbunan Obat Covid-19 Ditahan Polisi

Komisaris Utama PT ASA yang Diduga Dalang Penimbunan Obat Covid-19 Ditahan Polisi

Megapolitan
Seorang Polisi Gugur Saat Amankan Vaksinasi Covid-19 di Kembangan

Seorang Polisi Gugur Saat Amankan Vaksinasi Covid-19 di Kembangan

Megapolitan
RT di Cimanggis Disebut Ancam Warga yang Tolak Bansos Disunat, Lurah: Tidak Bisa Dibenarkan

RT di Cimanggis Disebut Ancam Warga yang Tolak Bansos Disunat, Lurah: Tidak Bisa Dibenarkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X