Kompas.com - 28/07/2013, 17:48 WIB
Setidaknya 32 orang terluka akibat jebolnya bendungan Wai Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (25/7/2013). KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYSetidaknya 32 orang terluka akibat jebolnya bendungan Wai Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (25/7/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

AMBON, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum tengah mengkaji dan mengevaluasi jebolnya bendungan Wai Ela di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Kamis lalu. Evaluasi ini dilakukan untuk memutuskan langkah apa yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

"Saya datang ke sini dengan beberapa ahli untuk melaukukan evaluasi terhadap jebolnya bencana bendungan Wai Ela ini. Nanti setelah itu baru kita tentukan langkah selanjutnya," kata Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto saat meninjau lokasi bencana bendungan Wai Ela, Minggu (28/7/2013).

Proyek pembangunan pintu air (spill way) di bendungan Wai Ela menelan anggaran Rp 107 miliar. Namun sebelum pengerjaannya rampung, bendungan jebol. Ini juga salah satu alasan mengapa Kementerian PU hendak mengevaluasi bencana Wai Ela.

Menurut Joko, bencana alam merupakan kehendak Tuhan, sehingga sulit bagi siapapun untuk menghindar darinya. Bendungan Wai Ela sebenarnya telah dikerjakan dengan waktu yang tepat, karena diprediksikan musim penghujan baru akan terjadi pada Agusutus nanti.

"Berbicara dengan alam itu tidak mudah, semua sudah dilakukan. Namun karena waktu musim hujannya maju tiga bulan, makanya seperti ini," ungkapnya.

Soal relokasi warga korban bencana, Joko mengatakan, hal tersebut membutuhkan pengkajian yang matang sehingga dapat dilakukan langkah yang baik. Menurutnya, relokasi warga harus dapat dilihat dari berbagai faktor.

"Untuk relokasi nanti dilihat dari tingkat bahayanya. Kalau bahaya masih tinggi, maka harus dipindahkan. Tetapi kalau bahayanya kecil dan masih bisa diantisipasi dengan teknologi, maka tidak dibutuhkan relokasi tapi ini masih dikaji lagi," bebernya.

Diakuinya, masalah tersebut, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, namun juga Pemerintah Daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Megapolitan
Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Megapolitan
Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Megapolitan
Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki 'Begal' oleh Pemuda Mabuk

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki "Begal" oleh Pemuda Mabuk

Megapolitan
Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Megapolitan
Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Megapolitan
Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Megapolitan
4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Megapolitan
Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.