Kompas.com - 30/07/2013, 10:37 WIB
Suasana Pasar Minggu yang masih penuh dengan Pedagang Kaki lima (PKL). Satpol PP pun tampak tak bekerja dan membiarkan PKL berdagang di pinggir jalan. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSuasana Pasar Minggu yang masih penuh dengan Pedagang Kaki lima (PKL). Satpol PP pun tampak tak bekerja dan membiarkan PKL berdagang di pinggir jalan.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Triyoto, mengatakan, para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu susah ditertibkan. Untuk melakukan penertiban setiap harinya, diperlukan bantuan dari petugas Satpol PP daerah lainnya.

"Pasar Minggu ini daerah rawan, sulit untuk menertibkannya, apalagi pedagangnya bandel, sudah disediakan tempat tapi tidak mau ditempati," ujar Triyoto, saat dijumpai, Selasa (30/7/2013).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melihat masih ada PKL yang berjualan di kawasan badan jalan Pasar Minggu. Triyoto mengakui, hal itu karena ketidakawasan pihaknya.

"Satu biji keluar wajar lah, kadang juga petugas lengah. Tapi yang penting kita konsisten lah," ujar Triyoto.

Penertiban PKL ini dilaksanakan pukul 07.00-19.00 WIB. Triyoto mengakui, tindakan tegas terhadap para PKL baru dilakukan dalam dua bulan terakhir.

"Memang sudah beberapa bulan ini dilakukan penertiban, selama itu kami diam saja menunggu dagangan kami di pinggir jalan tapi ditutupin. Kami tawarkan diam-diam ke pembeli, kami jualan kalau Satpol PP sudah enggak ada," ujar Miati, salah satu pedagang yang telah berjualan di kawasan itu selama 15 tahun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.