Kompas.com - 30/07/2013, 11:17 WIB
Meski berada dekat dengan mobil dan penjagaan petugas Satpol PP, Pedagang Kaki Lima di Pasar Minggu sudah tidak perduli lagi. Alasan demi mencari nafkah membuat mereka melakukan hal tersebut, Rabu (17/7/2013). KOMPAS.com/Alsadad RudiMeski berada dekat dengan mobil dan penjagaan petugas Satpol PP, Pedagang Kaki Lima di Pasar Minggu sudah tidak perduli lagi. Alasan demi mencari nafkah membuat mereka melakukan hal tersebut, Rabu (17/7/2013).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berdagang di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memilih menjadi pedagang asongan, pasca-penertiban. Mereka dilarang berjualan di bagian badan jalan Pasar Minggu. 

"Sudah 2 bulanan saya jualan kayak gini. Saya asongin sama ibu-ibu yang lewat aja," ujar Sumi, yang berjualan sayuran, saat dijumpai, Selasa (30/7/2013).

Para pedagang ini sebenarnya telah diberikan tempat di area pasar. Akan tetapi, mereka menolak, karena dianggap lebih sepi. Selain itu, menurut salah satu pedagang, Miati, berdasarkan informasi yang mereka terima, area di pasar hanya bisa ditempati oleh pedagang yang ber-KTP DKI Jakarta.

"Sepi kalau di pasar, gimana mau ada yang beli? Katanya pedagang yang boleh masuk hanya yang ber-KTP Jakarta, tapi kebanyakan yang jualan di sini orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi yang pindah paling sedikit," kata Miati.

Sementara itu, salah seorang petugas Satpol PP, Harry Irawan, mengatakan, para pedagang yang memilih berdagang secara asongan tak dilarang sepanjang tak mengganggu ketertiban. 

"Kriterianya sih, selama mereka tidak mengganggu ketertiban, tidak menempati badan jalan sih diperbolehkan. Kalau berjualan asongan kan mereka tidak menganggu jalan jadi diperbolehkan," ujar Harry.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Megapolitan
Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Megapolitan
Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Megapolitan
Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Megapolitan
Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Megapolitan
Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Megapolitan
120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

Megapolitan
25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X