Basuki: Enggak Punya Pekerjaan, Jangan ke Jakarta!

Kompas.com - 31/07/2013, 12:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi inspektur upacara dalam Apel Kesiapan Arus Mudikdi Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi inspektur upacara dalam Apel Kesiapan Arus Mudikdi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau kepada warga daerah untuk tidak mengadu nasib ke Jakarta. Terlebih, apabila warga pendatang itu tidak memiliki keahlian ataupun pekerjaan ketika tiba di Ibu Kota.

"Kalau enggak punya pekerjaan, jangan ke Jakarta," kata Basuki di Monas, Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Warga pendatang itu, kata Basuki, selain tidak memiliki keahlian, juga tidak memiliki tempat tinggal di Jakarta. Saat di Jakarta nanti, Basuki menjamin, para pendatang itu menetap di rumah saudaranya di Jakarta.

Apabila warga pendatang tidak memiliki keahlian dan gagal mendapatkan kerja di Jakarta,  menurut dia, keluarga di Jakarta akan mempersilakan untuk kembali ke daerah. "Iya dong. Karena dia merepotkan keluarga, pasti kamu dipulangin lagi ke daerah. Ngapain kita capek-capek pakai operasi yustisi segala," kata Basuki.

Namun, apabila warga pendatang itu sudah menetap di Ibu Kota selama kurang lebih sepuluh tahun, ia dapat mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP). Asalkan saja, ia membawa bukti, misalnya, bukti dari tetangga kalau telah menetap selama sepuluh tahun dan memiliki pekerjaan yang baik.

Untuk menekan urbanisasi, mulai tahun ini DKI tidak akan melakukan operasi yustisi kependudukan (OYK). Tahun ini, DKI hanya akan melakukan operasi pembinaan kependudukan.

Berbeda dengan OYK, bina kependudukan ini tidak melibatkan jaksa, hakim, dan kepolisian. Bina kependudukan juga bisa dilakukan rutin oleh dinas dan suku dinas bekerja sama dengan RT/RW, serta lurah setempat.

Di dalam program bina kependudukan itu, DKI hanya melakukan sosialisasi agar masyarakat menaati administrasi kependudukan. Apabila mau berdomisili menjadi warga tetap, warga pendatang harus mengikuti aturan kependudukan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota: Istri dan Sopir Camat Bekasi Utara Dinyatakan Positif Corona

Wali Kota: Istri dan Sopir Camat Bekasi Utara Dinyatakan Positif Corona

Megapolitan
Polisi: Penipu yang Bius Teman Kencan di Tamansari Sudah Lakukan Aksinya 80 Kali

Polisi: Penipu yang Bius Teman Kencan di Tamansari Sudah Lakukan Aksinya 80 Kali

Megapolitan
Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Megapolitan
Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu yang Bius Teman Kencan Usai Berhubungan Intim di Tamansari

Polisi Tangkap Penipu yang Bius Teman Kencan Usai Berhubungan Intim di Tamansari

Megapolitan
Setelah Kisahnya Viral, Dodo Pengemudi Ojol Kembali Tempati Kontrakannya

Setelah Kisahnya Viral, Dodo Pengemudi Ojol Kembali Tempati Kontrakannya

Megapolitan
Bintaro Xchange Mall Perpanjang Penutupan Sementara

Bintaro Xchange Mall Perpanjang Penutupan Sementara

Megapolitan
Kurir Sepeda di Jakarta Tetap Beroperasi Selama PSBB

Kurir Sepeda di Jakarta Tetap Beroperasi Selama PSBB

Megapolitan
Anies Klaim Ketentuan PSBB Jakarta Akan Jadi Rujukan Pemda Sekitar

Anies Klaim Ketentuan PSBB Jakarta Akan Jadi Rujukan Pemda Sekitar

Megapolitan
Pemkot Tangerang Sediakan Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Pemkot Tangerang Sediakan Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Megapolitan
Pemda di Jabodetabek akan Sinkronisasi Kebijakan Soal PSBB

Pemda di Jabodetabek akan Sinkronisasi Kebijakan Soal PSBB

Megapolitan
PSBB di Jakarta Mulai Berlaku pada 10 April Pukul 00.00 WIB

PSBB di Jakarta Mulai Berlaku pada 10 April Pukul 00.00 WIB

Megapolitan
Mahasiswa Baru UI dari SNMPTN 2020 Verifikasi Online karena Corona, Ini Tahapannya

Mahasiswa Baru UI dari SNMPTN 2020 Verifikasi Online karena Corona, Ini Tahapannya

Megapolitan
SNMPTN 2020, UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru

SNMPTN 2020, UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru

Megapolitan
Anies Kembali Ingatkan Masyarakat Gunakan Masker Kain saat Keluar Rumah

Anies Kembali Ingatkan Masyarakat Gunakan Masker Kain saat Keluar Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X