Basuki: Sewakan Lapak PKL Bisa Diindikasi Korupsi

Kompas.com - 31/07/2013, 15:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui Rajjam Ahok (Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok) yang menuntutnya meminta maaf kepada Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, Senin (29/7/2013). YoutubeWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui Rajjam Ahok (Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok) yang menuntutnya meminta maaf kepada Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, Senin (29/7/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menertibkan pedagang kaki lima. Basuki menilai, oknum-oknum yang menyewakan lapak untuk PKL dapat terindikasi melakukan korupsi sehingga perlu melibatkan polisi untuk menindak mereka.

"Jadi, orang yang menyewakan lapak-lapak itu bisa masuk ke dalam indikasi korupsi loh karena mereka menyewakan aset negara tanpa memasukkan uang ke negara," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Basuki menambahkan, PKL yang berjualan di badan jalan mengganggu ketertiban umum dan dapat dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Namun, jika terbukti melakukan korupsi, kata Basuki, hukuman yang dijatuhkan kepada para penyewa lapak PKL akan jauh lebih berat.

"Saya kira kalau kapolda sudah bertindak, nanti bagus juga, ya. Jadi mereka (PKL) dianggap korupsi, kalau diselidiki, pihak Bareskrim akan turun dan itu akan sangat menarik, saya kira," kata Basuki.

Basuki menargetkan, Jakarta harus bebas dari PKL liar pada tahun 2014. Ia berjanji akan mengupayakan berbagai cara untuk menertibkan PKL di jalan-jalan untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

Pemprov DKI memprioritaskan untuk menata PKL Tanah Abang, Pasar Minggu, dan Jatinegara. PKL Tanah Abang akan direlokasi ke dalam Blok G Pasar Tanah Abang. Prioritas PKL yang direlokasi adalah pedagang yang memiliki KTP DKI. Apabila masih ada kios kosong di lokasi binaan PKL, Pemprov DKI akan mengundi kios itu untuk ditempati PKL yang tak memiliki KTP Jakarta.

Sementara itu, untuk relokasi PKL Jatinegara, Pemprov DKI akan mengalihfungsikan SMP Negeri 14 Jatinegara sebagai tempat penampungan PKL. Adapun PKL Pasar Minggu akan dimasukkan ke dalam Pasar Minggu dan Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan kompensasi kepada PKL Tanah Abang untuk dapat berjualan hingga Lebaran.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Underpass Toll JORR Surut, Jalanan Dibuka Kembali

Banjir di Underpass Toll JORR Surut, Jalanan Dibuka Kembali

Megapolitan
Dinas BMSDA Bekasi Sebut Banjir di Bintara akibat Luapan Kali Cakung

Dinas BMSDA Bekasi Sebut Banjir di Bintara akibat Luapan Kali Cakung

Megapolitan
Terpleset Saat Lihat Kali Cakung yang Deras, Pemuda di Bekasi Hilang Terbawa Arus

Terpleset Saat Lihat Kali Cakung yang Deras, Pemuda di Bekasi Hilang Terbawa Arus

Megapolitan
Sempat Dimatikan karena Banjir, Sebagian Gardu Listrik Wilayah Tangerang dan Sekitarnya Kembali Menyala

Sempat Dimatikan karena Banjir, Sebagian Gardu Listrik Wilayah Tangerang dan Sekitarnya Kembali Menyala

Megapolitan
Sempat Diliburkan karena Banjir, Aktivitas Seluruh Sekolah di Bekasi Kembali Normal

Sempat Diliburkan karena Banjir, Aktivitas Seluruh Sekolah di Bekasi Kembali Normal

Megapolitan
Sempat Banjir, Tol Jagorawi Sudah Beroperasi Normal

Sempat Banjir, Tol Jagorawi Sudah Beroperasi Normal

Megapolitan
Sebagian Korban Banjir Cipinang Melayu Sudah Kembali ke Rumah

Sebagian Korban Banjir Cipinang Melayu Sudah Kembali ke Rumah

Megapolitan
Rabu Pagi, Masih Ada Tiga Titik Banjir di Kelapa Gading

Rabu Pagi, Masih Ada Tiga Titik Banjir di Kelapa Gading

Megapolitan
Satu Anak yang Terseret Arus Saat Berenang di Kali Ditemukan Tewas

Satu Anak yang Terseret Arus Saat Berenang di Kali Ditemukan Tewas

Megapolitan
Viral Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Jenazah, Polisi Jaksel Usut

Viral Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Jenazah, Polisi Jaksel Usut

Megapolitan
Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Megapolitan
Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Selokan Saat Banjir

Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Selokan Saat Banjir

Megapolitan
Ditolak Dua Kali Sopir Taksi Online, Vebby Nyaris Naik Transjakarta Bawa Pulang Jenazah Bayinya

Ditolak Dua Kali Sopir Taksi Online, Vebby Nyaris Naik Transjakarta Bawa Pulang Jenazah Bayinya

Megapolitan
Masih Ada Genangan di Jalur KRL, PT KCI Tetap Berlakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

Masih Ada Genangan di Jalur KRL, PT KCI Tetap Berlakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

Megapolitan
Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X