Pemprov DKI Jamin Blok G Dikelola PD Pasar Jaya

Kompas.com - 31/07/2013, 21:40 WIB
Pedagang Kaki Lima di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang kembali berjualan di jalan, Senin (22/7/2013) sore. Padahal sejak pagi hingga siang tadi, kawasan ini sudah steril baik dari PKL dan parkir liar Alsadad RudiPedagang Kaki Lima di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang kembali berjualan di jalan, Senin (22/7/2013) sore. Padahal sejak pagi hingga siang tadi, kawasan ini sudah steril baik dari PKL dan parkir liar
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menjamin bahwa Pasar Blok G Tanah Abang akan dikelola oleh PD Pasar Jaya, bukan swasta. Hal ini dilakukan sesuai permintaan para pedagang kaki lima yang hendak direlokasi ke pasar tersebut.

"Gedung Blok G itu yang membangun swasta. Tapi yang mengelola kita, Pemprov DKI, PD Pasar Jaya," kata Djangga di Balaikota Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Djangga mengatakan, Pemprov DKI memberikan jaminan sewa gratis selama enam bulan pertama bagi PKL yang mau pindah ke lokasi tersebut. Setelah itu, PD Pasar Jaya akan mengevaluasi lebih lanjut terkait biaya sewa yang dikenakan kepada pedagang. Biaya sewa itu tidak dipatok sama rata, tetapi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pedagang.

Mengenai penarikan retribusi harian, Djangga mengatakan, hanya akan dikenakan retribusi untuk kebersihan dan keamanan. Ia berharap PKL tidak lagi terbebani oleh biaya mahal. Sebelum Blok G Tanah Abang ditempati oleh para PKL, PD Pasar Jaya melakukan renovasi total di Blok G.

"Blok G terus kita kebut untuk diperbaiki. Tangga-tangga yang keropos-keropos akan kita perbaiki dan dicat," kata Djangga.

Sebelumnya, salah seorang PKL Tanah Abang, Taufik (41), mengatakan bahwa ia bersama teman-temannya telah bersedia direlokasi ke Pasar Blok G Tanah Abang dengan syarat Blok G telah terbebas dari pengelolaan swasta. Akibat pengelolaan swasta itu, kata dia, para pedagang diberi tagihan sewa kios hingga belasan juta rupiah. Taufik diminta membayar Rp 15 juta untuk sewa kios selama lima tahun.

Ia mengatakan, jika hal itu terulang kembali, maka ia yakin semua pedagang kaki lima Tanah Abang akan berdagang kembali di badan jalan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minggu, 72 RT di Jakarta Terdampak Banjir

Minggu, 72 RT di Jakarta Terdampak Banjir

Megapolitan
Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

Megapolitan
Dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi Juga Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

Dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi Juga Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

Megapolitan
Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok Sempat Terendam Banjir

Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok Sempat Terendam Banjir

Megapolitan
Rumah Terendam Banjir, 80 Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mengungsi di Posko BNPB

Rumah Terendam Banjir, 80 Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mengungsi di Posko BNPB

Megapolitan
BPBD Sebut Banjir di Perumahan Kota Bekasi karena Kiriman dari Bogor

BPBD Sebut Banjir di Perumahan Kota Bekasi karena Kiriman dari Bogor

Megapolitan
Banjir di Lima Perumahan di Bekasi Mulai Surut, Empat Lainnya Masih Terendam 1 Meter

Banjir di Lima Perumahan di Bekasi Mulai Surut, Empat Lainnya Masih Terendam 1 Meter

Megapolitan
Terungkapnya Aksi Kapten Penodong di Tanjung Priok, Masih 17 Tahun dan Ikuti Jejak Orangtua...

Terungkapnya Aksi Kapten Penodong di Tanjung Priok, Masih 17 Tahun dan Ikuti Jejak Orangtua...

Megapolitan
Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Toilet Minimarket Duren Sawit

Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Toilet Minimarket Duren Sawit

Megapolitan
Cerita Korban Angin Puting Beliung di Bekasi, Dagangan Hancur dan Rumah Rusak

Cerita Korban Angin Puting Beliung di Bekasi, Dagangan Hancur dan Rumah Rusak

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Angkasa Pura II Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Jelang Libur Panjang, Angkasa Pura II Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
BPBD Mulai Evakuasi Warga Perumahan Korban Banjir di Bekasi

BPBD Mulai Evakuasi Warga Perumahan Korban Banjir di Bekasi

Megapolitan
Minggu Dini Hari, Beberapa Perumahan di Bekasi Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Minggu Dini Hari, Beberapa Perumahan di Bekasi Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Megapolitan
UPDATE 24 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Depok 1.297

UPDATE 24 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Depok 1.297

Megapolitan
Mahasiswa FK dan FKM UI Juara Kompetisi Kesehatan Global

Mahasiswa FK dan FKM UI Juara Kompetisi Kesehatan Global

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X