Kompas.com - 31/07/2013, 22:58 WIB
Salah satu ruangan di rumah pemotongan hewan (RPH) Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/7/2013). Untuk satu ekor kambing yang dipotong, pengguna jasa membayar sebesar Rp 8.000. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATISalah satu ruangan di rumah pemotongan hewan (RPH) Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/7/2013). Untuk satu ekor kambing yang dipotong, pengguna jasa membayar sebesar Rp 8.000.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com —Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah meminta para tukang potong hewan, yang memanfaatkan lahan PD Dharma Jaya di kawasan Tanah Abang, untuk mengosongkan usaha pemotongan hewan tersebut.

Saefullah mengatakan, surat bernomor 1074/-1.8.23.522.1 tersebut telah diberikan kepada Ali Djawas selaku pengelola rumah potong hewan (RPH) Pasar Tanah Abang. Dalam surat itu disebutkan bahwa pengelola RPH diminta segera mengosongkan lahan milik PD Dharma Jaya karena aktivitas pemotongan hewan itu tidak sesuai peruntukkannya.

Saefullah menyebutkan, pengosongan RPH itu akan dilakukan pada Sabtu (3/8/2013). Ia mengatakan, tukang jagal yang menolak penertiban itu akan dikenakan hukuman tindak pidana ringan. "Memang ada perdanya tidak boleh melakukan pemotongan di dalam kota," kata Saefullah kepada Kompas.com di Pasar Blok G Tanah Abang, Rabu (31/7/2013).

Secara terpisah, Ali Djawas mengatakan akan berkonsultasi dengan DPRD DKI Jakarta, khususnya Wakil Ketua DPRD, Abraham Lunggana. Ali merasa Saefullah telah memutuskan secara sepihak dan terlalu tergesa-gesa melayangkan surat pengosongan. Menurut Ali, pembicaraan relokasi RPH baru dilakukan sekali dan itu pun belum menemukan titik terang.

"Tiga ini (alternatif relokasi) saya minta dibicarain ke Ahok (Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama). Tahu-tahu datang surat ini. Saya omelin tadi Pak Saefullah," kata Ali.

Tiga alternatif lokasi yang diusulkan Ali adalah lahan milik PT KAI yang kini digunakan sebagai lapangan parkir truk, lahan di belakang Museum Tekstil, serta lahan di Jalan Sabeni, Tanah Abang. Hingga saat ini, Ali mengaku belum menghubungi para pemilik lahan tersebut. Ia memilih menunggu keputusan dari Gubernur DKI Joko Widodo ataupun Basuki. Meski demikian, seandainya direlokasi, ia memilih di lahan milik PT KAI.

"Jangka pendek mungkin masih bisa dibicarakan. Kalau jangka panjang, enggak mungkinlah (ada RPH di dalam kota)," ujar Saefullah menanggapi permintaan tukang jagal.

Dalam kunjungannya ke Pasar Blok G Tanah Abang, Rabu sore, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak berkomentar banyak tentang sengketa lahan PD Dharma Jaya dan tukang jagal. Meski sampai di depan kantor RPH, Jokowi tak mampir menengok keadaan di dalamnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudahlah, ngerti saya rumah jagal kayak gitu," ujar Jokowi saat ditanya kenapa dirinya tidak menyempatkan diri ke kantor Ali.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.