Buntut Kekecewaan Jokowi, Basuki Minta Satpol PP "Rolling" ke Tiap Wilayah

Kompas.com - 01/08/2013, 09:07 WIB
Pedagang kaki lima di Pasar Minggu menggunakan bahu jalan untuk menjual dagangannya, Senin (29/7/2013). Tampak pula mobil Satpol PP di sekitar lokasi para PKL. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPedagang kaki lima di Pasar Minggu menggunakan bahu jalan untuk menjual dagangannya, Senin (29/7/2013). Tampak pula mobil Satpol PP di sekitar lokasi para PKL.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Buntut kekecewaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada petugas Satpol PP di Pasar Minggu yang membiarkan pedagang berjualan di luar pasar, setiap Satpol PP akan di-rolling. Hal itu atas masukan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso.

Menurut Kukuh, Wakil Gubernur menyarankan hal tersebut untuk mencegah adanya kedekatan antara Satpol PP dan para Pedagang Kaki Lima (PKL). "Iya, ini ada masukan dari Wakil Gubernur untuk rolling lintas wilayah. Misalnya petugas di Pasar Minggu jaga di Tanah Abang dan sebaliknya," kata Kukuh di Balaikota Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Kukuh menuturkan bahwa kejadian personel Satpol PP malas saat mengawasi PKL Pasar Minggu beberapa waktu lalu menjadi cambuk baginya untuk membuat Satpol PP menjadi lebih tegas dan mampu mengawasi PKL. Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum itu menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan contoh kepada bawahannya terkait bagaimana seharusnya mereka bertindak.

Apabila alternatif itu dirasa masih belum efektif, maka Kepala Suku Dinas Satpol PP setempat yang harus bertanggung jawab. "Kasudinnya harus bertanggung jawab dan harus siap diganti," kata Kukuh.

Kukuh juga mengaku sudah melakukan evaluasi. Menurutnya, setelah mendapat laporan dari Gubernur Jokowi, ia langsung mengumpulkan seluruh personel Satpol PP beserta Kasudinnya.

"Iya, ini kami sudah evaluasi kepala suku dinas untuk diberi arahan. Seluruh personel juga kami beri arahan lagi," kata Kukuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan 22 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Jadi Jakarta

Alasan 22 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Jadi Jakarta

Megapolitan
Temuan Covid-19 Varian Delta, Satgas: Memang Warga Depok, Kerja di Karawang Belum Pulang 2 Bulan

Temuan Covid-19 Varian Delta, Satgas: Memang Warga Depok, Kerja di Karawang Belum Pulang 2 Bulan

Megapolitan
Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Rian D'MASIV Lapor ke Polda Metro

Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Rian D'MASIV Lapor ke Polda Metro

Megapolitan
UPDATE 21 Juni: 531 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 21 Juni: 531 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak Bikin PSBB Diperketat Lagi di Depok, Ini Daftar Aturannya

Kasus Covid-19 Melonjak Bikin PSBB Diperketat Lagi di Depok, Ini Daftar Aturannya

Megapolitan
Ulang Tahun Ke-494 Jakarta dan Kontroversi Para Gubernurnya

Ulang Tahun Ke-494 Jakarta dan Kontroversi Para Gubernurnya

Megapolitan
HUT DKI, Jakarta Kemungkinan Hujan Nanti Malam

HUT DKI, Jakarta Kemungkinan Hujan Nanti Malam

Megapolitan
UPDATE 21 Juni: Bertambah 78 Kasus Positif, Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 21 Juni: Bertambah 78 Kasus Positif, Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
Kado Ulang Tahun Jakarta ke-494, Lonjakan Covid-19 hingga RS Terancam Kolaps

Kado Ulang Tahun Jakarta ke-494, Lonjakan Covid-19 hingga RS Terancam Kolaps

Megapolitan
UPDATE: 587 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Pasien Terus Bertambah dengan Cepat

UPDATE: 587 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Pasien Terus Bertambah dengan Cepat

Megapolitan
Operasional Transportasi Umum di Jakarta Mulai Dibatasi, Ini Jadwal Terbarunya

Operasional Transportasi Umum di Jakarta Mulai Dibatasi, Ini Jadwal Terbarunya

Megapolitan
Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini Hampir 2.000 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini Hampir 2.000 Orang

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Melonjak Pesat di Depok, Pasien Terbanyak di Tugu dan Baktijaya

Kasus Aktif Covid-19 Melonjak Pesat di Depok, Pasien Terbanyak di Tugu dan Baktijaya

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Serba Serbi Informasi PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD | Pendaftaran PPDB Bersama Jalur Afirmasi untuk SMA Swasta

[POPULER JABODETABEK] Serba Serbi Informasi PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD | Pendaftaran PPDB Bersama Jalur Afirmasi untuk SMA Swasta

Megapolitan
Rusun Nagrak Terima 9 Pasien Covid-19 Setelah Dioperasikan Senin Sore

Rusun Nagrak Terima 9 Pasien Covid-19 Setelah Dioperasikan Senin Sore

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X