Kompas.com - 01/08/2013, 12:35 WIB
Penjual dan pembeli di lokasi binaan PKL di Pasar Minggu, Kamis (1/8/2013), sama-sama sepi. Pedagang pun terpaksa menjajakan jualannya ke luar dari lokasi binaan agar laku terjual. KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPenjual dan pembeli di lokasi binaan PKL di Pasar Minggu, Kamis (1/8/2013), sama-sama sepi. Pedagang pun terpaksa menjajakan jualannya ke luar dari lokasi binaan agar laku terjual.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pedagang kaki lima di Pasar Minggu merasa menyesal masuk di lokasi binaan. Selain pedagangnya sedikit, pembeli pun jarang yang datang bertransaksi.

"Sepi, lihat aja enggak ada yang lewat. Saya aja ini mau bawa dagangan ke jalan, mau diasong-asongin. Kalau enggak, ya enggak laku. Lagian lantainya aja becek gini, males orang dateng juga," ujar Kandeg, pedagang sayuran yang sudah bersedia berdagang di lokasi binaan PKL, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Menurut Siti, pedagang asongan yang berada di jalan, mereka tidak mau pindah ke lokasi binaan karena memang tidak ada pembeli di sana. Pembeli tergerus oleh adanya Pasar Jaya dan pedagang di sekelilingnya.

"Enggak mau, Mbak. Saya pernah masuk lokasi binaan. Apa, cuma untung Rp 10.000," ujar Siti dan Martijem yang berjualan buah asongan di sekitar Pasar Jaya.

Para pedagang di lokasi binaan menganggap kondisi di Pasar Minggu ini perlu strategi. Jika ingin para PKL semua masuk ke lokasi binaan dan pasar, seharusnya dilakukan serentak dan mempertimbangkan lokasi.

"Kita butuh strategi, kalau masih ada PKL di depan, enggak akan ada pembeli yang mau masuk ke lokasi binaan. Dan kalau mau di tempatkan di pasar itu, penempatan kita jangan di lantai 3, siapa pembeli yang mau naik ke lantai 3," ujar Aryo, pedagang keresek di Lokasi Binaan Pasar Minggu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang Dalam 5 Menit

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang Dalam 5 Menit

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

Megapolitan
Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 15 Kasus di Kabupaten Bekasi, 312 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 15 Kasus di Kabupaten Bekasi, 312 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Kemungkinan Hujan

Megapolitan
Dua Pria Paksa Minta Jatah THR Lebaran ke Penjaga Warung di Pasar Ciputat

Dua Pria Paksa Minta Jatah THR Lebaran ke Penjaga Warung di Pasar Ciputat

Megapolitan
Pemkot Depok Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, Kapasitas Maksimum 30 Persen di Dalam Ruangan

Pemkot Depok Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, Kapasitas Maksimum 30 Persen di Dalam Ruangan

Megapolitan
Sopir Truk Sampah di Bekasi Tewas Tertimpa Bak Hidrolik yang Sedang Diperbaiki

Sopir Truk Sampah di Bekasi Tewas Tertimpa Bak Hidrolik yang Sedang Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Megapolitan
Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Megapolitan
Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Megapolitan
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X