Kompas.com - 01/08/2013, 18:05 WIB
Seorang wanita turun dari mobil Suzuki Ertiga B 1497 TZW dan membuka portal Busway di Koridor XI jurusan Kampung Melayu-Walikota Jakarta Timur, Kamis (1/8/2013). Wanita tersebut bahkan sempat meneriaki petugas. BLUTransJakartaSeorang wanita turun dari mobil Suzuki Ertiga B 1497 TZW dan membuka portal Busway di Koridor XI jurusan Kampung Melayu-Walikota Jakarta Timur, Kamis (1/8/2013). Wanita tersebut bahkan sempat meneriaki petugas.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Basaria Sirait mengaku terpaksa membuka portal busway koridor XI di wilayah Cipinang, Jakarta Timur. Saat itu ia panik karena tengah membawa suaminya yang sedang mengalami sakit jantung.

Basaria diketahui membuka portal busway jurusan Kampung Melayu-Wali Kota Jakarta Timur di dekat Selter Imigrasi, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2013) sekitar pukul 07.30. Berdasarkan akun Twitter @BLUTransJakarta, salah seorang wanita yang duduk di kursi tengah sebelah kanan membuka jendelanya. Wanita yang kemudian diketahui bernama Basaria itu berteriak ke petugas transjakarta yang berjaga untuk membuka portal tersebut. Setengah badannya dikeluarkan dari jendela mobil.

"Istri saya sudah keburu panik, turun, dan membuka portal karena saya sendiri sudah lemas karena sakit jantung," kata Luhut Lumban Toruan, suami Basaria, saat ditemui wartawan di kediamannya di Perum Arlin, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis sore.

BLUTransJakarta Penumpang wanita yang duduk di kursi tengah bagian kanan meneriaki petugas BLU Transjakarta. Dia memaksa agar petugas membukakan portal busway koridor XI, Kamis (1/8/2013).

Menurut Luhut, saat itu ia hendak diantar menuju Rumah Sakit M Ridwan Meuraksa di wilayah Jakarta Pusat bersama istrinya. Pada saat kejadian, mobil itu dikemudikan oleh sopir mereka. Namun, karena kondisi jalan macet, mereka berniat menggunakan busway.

"Sebelumnya sudah meminta izin kepada petugas agar dibuka portalnya karena membawa orang sakit, tapi dicuekin. Karena tidak diizinkan, istri saya panik," ujarnya.

Luhut mengatakan, saat ini kondisinya telah membaik setelah menjalani pemeriksaan. Ia mendapatkan perawatan dengan berobat jalan.

Secara terpisah, Kepala Humas Transjakarta Sri Ulina Pilem membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia menampik bahwa arus lalu lintas di jalan sekitar busway itu tengah macet. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menerobos busway.

"Pengendara ini sudah adu argumen dengan petugas kita yang melarang masuk. Sampai dia mengeluarkan setengah badan dari mobil. Tapi petugas diamkan, dia sempat maksa dan membuka portal sendiri," ujar Sri.

Kepala Subdit Gakum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan sudah menerima laporan tersebut. Ia sudah mengirim anggotanya ke kediaman keluarga tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Menurutnya, keluarga tersebut melakukannya karena memburu waktu untuk membawa orang yang tengah sakit.

"Jadi keluarganya ada yang sakit. Karena buru-buru, mau masuk di jalur busway. Cuma dia panik karena dia pengin ke rumah sakit," ujar Hindarsono.

Meski demikian, ia tetap melakukan penindakan dengan memberikan penilangan. Ia meminta semua pihak agar memikirkan terlebih dulu ketika melakukan pelanggaran dengan memasuki busway.

"Apabila melakukan pelanggaran seperti itu, pikir dulu dengan kepentingan umumnya karena busway ini kendaraan yang butuh cepat, dan ini juga bisa mengganggu lalu lintas transportasi umum," ujar Hindarsono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Bertambah 165, Dinkes  Depok: Berasal dari 3 Klaster

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Bertambah 165, Dinkes Depok: Berasal dari 3 Klaster

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Terbukti Hadirnya Sumur Resapan Bikin Genangan Lebih Cepat Surut

Wagub DKI Jakarta: Terbukti Hadirnya Sumur Resapan Bikin Genangan Lebih Cepat Surut

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Bertambah 122 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, Kini Totalnya 30.330

UPDATE 22 Januari: Bertambah 122 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, Kini Totalnya 30.330

Megapolitan
Wagub DKI Janji Bakal Berjuang Hadapi Lonjakan Kasus Omicron di Ibu Kota

Wagub DKI Janji Bakal Berjuang Hadapi Lonjakan Kasus Omicron di Ibu Kota

Megapolitan
Detik-detik Penumpang Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Kebon Jeruk, Motor Serempet Truk Tangki

Detik-detik Penumpang Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Kebon Jeruk, Motor Serempet Truk Tangki

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Ada 1.313 Kasus Omicron di Jakarta

UPDATE 22 Januari: Ada 1.313 Kasus Omicron di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Bertambah 201 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 32.089

UPDATE 22 Januari: Bertambah 201 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 32.089

Megapolitan
Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Megapolitan
Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Megapolitan
2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

Megapolitan
Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Megapolitan
Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Megapolitan
Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Megapolitan
Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.