Kompas.com - 02/08/2013, 13:39 WIB
Lokasi binaan ini adalah lokasi binaan awal yang disediakan untuk para PKL. Namun setelah dijalani sebulan oleh Dwi seorang pedagang rempah-rempah, dagangannya malah busuk dan ia merugi, Jakarta, Jumat (2/8/2013) KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTILokasi binaan ini adalah lokasi binaan awal yang disediakan untuk para PKL. Namun setelah dijalani sebulan oleh Dwi seorang pedagang rempah-rempah, dagangannya malah busuk dan ia merugi, Jakarta, Jumat (2/8/2013)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Para PKL Pasar Minggu tidak mau disamakan dengan PKL di Tanah Abang. Mereka menganggap persoalan yang dihadapi berbeda dari sisi penjual dan sisi lokasi.

"Jangan samakan kami seperti PKL Tanah Abang. Di Pasar Minggu ini yang banyak berjualan sebagai PKL itu pedagang sayur, sedangkan di Tanah Abang itu pedagang baju dan barang-barang," ujar Dwi, pedagang rempah-rempah di lokasi binaan PKL Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (2/8/2013).

Menurut Dwi, pedagang di Pasar Minggu sudah saling pengertian. Bahkan, mereka membagi shift berdagang.

"Pagi hingga sore jam 3, pedagang sayur berjualan. Jam 3 sampai 9, pedagang baju berdagang kembali menggantikan pedagang sayur. Setelahnya jam 9-12, pedagang sayur malam yang berdagang. Jadi kalau mau ditertibkan, sepertinya sulit," ujar Dwi.

Menurut Dwi yang sudah 10 tahun berdagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, seharusnya pemerintah tidak menyamakan kasus PKL karena kasusnya berbeda, baik penempatan maupun jenis penjualan.

"Harusnya, sebelum menentukan sesuatu, pikirkan dulu berbagai aspek. Jangan memutuskan dulu harus masuk sini, ke sana. Pikirkan juga apa pembeli mau ke daerah binaan dan lokasi pasar baru, apa mau pembeli naik ke lantai 3? Apa yang pedagang jual juga diperhatikan, pembagian jenis dagangan juga perlu dilakukan," saran Dwi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

Megapolitan
Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

Megapolitan
1.244 Warga Depok Idap HIV/AIDS, Paling Banyak di Pancoran Mas

1.244 Warga Depok Idap HIV/AIDS, Paling Banyak di Pancoran Mas

Megapolitan
Kesedihan Nora Alexandra Antar Jerinx ke Ruang Tahanan: Baru Bebas, Harus Masuk Lagi...

Kesedihan Nora Alexandra Antar Jerinx ke Ruang Tahanan: Baru Bebas, Harus Masuk Lagi...

Megapolitan
Keributan di Cililitan, Kaca Bus Transjakarta Dipecahkan Pakai Helm

Keributan di Cililitan, Kaca Bus Transjakarta Dipecahkan Pakai Helm

Megapolitan
Aturan Naik Angkutan Umum di Jakarta selama PPKM Level 2

Aturan Naik Angkutan Umum di Jakarta selama PPKM Level 2

Megapolitan
UPN Veteran Jakarta: Tak Ada Tanda Kekerasan Jasad Mahasiswi yang Meninggal Saat Diklat Menwa

UPN Veteran Jakarta: Tak Ada Tanda Kekerasan Jasad Mahasiswi yang Meninggal Saat Diklat Menwa

Megapolitan
Dicoret DPRD, Anggaran Sumur Resapan Bisa untuk Tambal Gaji PJLP

Dicoret DPRD, Anggaran Sumur Resapan Bisa untuk Tambal Gaji PJLP

Megapolitan
Reuni 212 Diancam Pidana, Panitia: Seharusnya Polisi Mengamankan, Bukan Menakut-nakuti!

Reuni 212 Diancam Pidana, Panitia: Seharusnya Polisi Mengamankan, Bukan Menakut-nakuti!

Megapolitan
Jadi Tahanan Kejaksaan, Musisi Jerinx Pertimbangan Ajukan Penangguhan Penahanan

Jadi Tahanan Kejaksaan, Musisi Jerinx Pertimbangan Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
PPKM Level 3 di Tangsel, Anak 12 Tahun ke Bawah Dilarang Masuk Mal dan Bioskop

PPKM Level 3 di Tangsel, Anak 12 Tahun ke Bawah Dilarang Masuk Mal dan Bioskop

Megapolitan
Sempat Diusulkan Rp 122 Miliar, Anggaran Sumur Resapan Dihapus Ketua DPRD

Sempat Diusulkan Rp 122 Miliar, Anggaran Sumur Resapan Dihapus Ketua DPRD

Megapolitan
Kedai di Beji Dibobol Maling, Pelaku Rusak Tembok dan Curi Uang Rp 3 Juta

Kedai di Beji Dibobol Maling, Pelaku Rusak Tembok dan Curi Uang Rp 3 Juta

Megapolitan
Bentrok PP vs FBR di Ciledug, 7 Orang Jadi Tersangka dan 3 di Antaranya Positif Narkoba

Bentrok PP vs FBR di Ciledug, 7 Orang Jadi Tersangka dan 3 di Antaranya Positif Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.