Mobil Pribadi Didahulukan, Bus Antre Belasan Jam di Merak

Kompas.com - 04/08/2013, 22:05 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan sepanjang lebih dari 3 kilometer di jalan raya Tol Merak yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (3/8/2013). Minggu diperkirakan merupakan puncak arus mudik di pelabuhan tersebut dengan jumlah penumpang telah mencapai 87.053 orang. KOMPAS / FERGANATA INDRA RIATMOKOKendaraan terjebak kemacetan sepanjang lebih dari 3 kilometer di jalan raya Tol Merak yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (3/8/2013). Minggu diperkirakan merupakan puncak arus mudik di pelabuhan tersebut dengan jumlah penumpang telah mencapai 87.053 orang.
EditorKistyarini

MERAK, KOMPAS.com - Ratusan sopir bus marah di Dermaga I Pelabuhan Merak, Banten, karena pengaturan lalu lintas memprioritaskan kendaraan pribadi lebih dulu naik ke kapal.
    
"Kami sangat terpukul dengan pengaturan lalu lintas seperti itu," kata seorang sopir jurusan Jambi, Sop di Pelabuhan Merak, Minggu (4/8/2013).
    
Ia mengatakan para sopir sangat keberatan dengan sistem pengaturan lalu lintas yang memprioritaskan kendaraan pribadi. Sebab, menurut mereka, bus juga membawa pemudik yang ingin secepatnya diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Akibat pengaturan seperti itu, tentu sopir bus merasa diberlakukan tidak adil. "Kami menuntut keadilan agar pengaturan lalu lintas disamaratakan dengan kendaraan pribadi," katanya.

Menurut dia, dirinya tiba di Pelabuhan Merak sejak pukul 07.00 WIB, namun sampai pukul 21.00 WIB belum juga diseberangkan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pengelola Pelabuhan Merak bisa berbuat adil terhadap sopir bus. Bahkan, dirinya sudah sekitar 13 jam masih bertahan di Pelabuhan Merak.

"Kami yakin jika pengaturan lalu lintas itu dilakukan dengan adil, tidak ada bus yang tertahan berjam-jam," katanya.

Begitu pula Supriyadi, sopir bus ekonomi jurusan Lampung, menyatakan dirinya kecewa terhadap pengaturan lalu lintas yang mendahulukan kendaraan pribadi.

Padahal, kata dia, bus juga membawa penumpang, termasuk  anak-anak kecil, dan mereka kelelahan. Bahkan, menurut dia, di antara penumpang ada yang pingsan karena mereka berada di dalam bus berjam-jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami datang ke sini pukul 06.00 WIB, sampai malam pukul 21.00 WIB atau sekitar 15 jam belum diseberangkan ke Bakauheni, Lampung," katanya.

Koordinator Bus Sumatera di Pelabuhan Merak Syawal mengatakan setiap masa mudik Lebaran sopir bus selalu kecewa, karena kendaraan pribadi didahulukan menyeberang.

"Kami ke depan berharap pengelola Pelabuhan Merak memprioritaskan bus, sehingga pemudik merasa nyaman," katanya.

Sementara itu, Manager Usaha Pelabuhan Merak Nana Sutisna yang mendatangi sopir bus mengatakan pihaknya meminta para sopir bersabar karena arus kendaraan padat. Semua bus bisa diseberangkan ke Pulau Sumatera karena jumlah kapal sangat memadai.

"Kami minta sopir bersabar dan mengantre, kami juga akan berupaya agar bus bisa berangkat ke Bakauheni, Lampung," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sahkan APBD DKI Jakarta Tahun 2022 Rp 82,47 Triliun

DPRD Sahkan APBD DKI Jakarta Tahun 2022 Rp 82,47 Triliun

Megapolitan
Ada Demo Buruh, Arus Lalu Lintas di Patung Kuda ke Harmoni Dialihkan

Ada Demo Buruh, Arus Lalu Lintas di Patung Kuda ke Harmoni Dialihkan

Megapolitan
Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Masih Dirawat di RS Polri, Sudah Jalani Operasi

Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Masih Dirawat di RS Polri, Sudah Jalani Operasi

Megapolitan
Alasan Anies Sebelumnya Ogah Bicara Formula E Jakarta

Alasan Anies Sebelumnya Ogah Bicara Formula E Jakarta

Megapolitan
WNI yang Pernah Kunjungi 11 Negara Ini Tetap Bisa Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

WNI yang Pernah Kunjungi 11 Negara Ini Tetap Bisa Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro Ditangani Polda Metro Jaya

Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro Ditangani Polda Metro Jaya

Megapolitan
Server Seleksi CPNS di Jaksel Error 2,5 Jam, Peserta Merasa Dirugikan

Server Seleksi CPNS di Jaksel Error 2,5 Jam, Peserta Merasa Dirugikan

Megapolitan
Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Tewas, RS Polri: Kami Sudah Berupaya Maksimal

Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Tewas, RS Polri: Kami Sudah Berupaya Maksimal

Megapolitan
Buruh Desak SK Penetapan UMP Jakarta 2022 Dicabut, Anies Jawab Begini

Buruh Desak SK Penetapan UMP Jakarta 2022 Dicabut, Anies Jawab Begini

Megapolitan
Kondisi Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Membaik

Kondisi Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Membaik

Megapolitan
Telanjur Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta, WNA dari 11 Negara Ini Akan Dideportasi

Telanjur Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta, WNA dari 11 Negara Ini Akan Dideportasi

Megapolitan
Saat Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Mercy Hendak Berangkat Kerja, Lupa Sudah Pensiun

Saat Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Mercy Hendak Berangkat Kerja, Lupa Sudah Pensiun

Megapolitan
Kepada Massa Buruh, Anies Mengaku Terpaksa Tetapkan UMP DKI 2022 Naik Hanya Rp 37.749

Kepada Massa Buruh, Anies Mengaku Terpaksa Tetapkan UMP DKI 2022 Naik Hanya Rp 37.749

Megapolitan
1.240 CPNS Seleksi Kompetensi Bidang di Jakarta Selatan

1.240 CPNS Seleksi Kompetensi Bidang di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Berencana Berlakukan SIKM Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pemkot Bekasi Berencana Berlakukan SIKM Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.