Menyesal Tak Dapat Kios di Blok G

Kompas.com - 05/08/2013, 10:03 WIB
Pedagang kaki lma berdatangan ke kantor PD Pasar Jaya Area Pusat 1 Pasar Blok G Tanah Abang sejak pukul 07.00, Jumat (3/8/2013). Pedagang mulai panik ketika sejam sebelum penutupan diinformasikan pendaftaran hampir melebihi kuota. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIPedagang kaki lma berdatangan ke kantor PD Pasar Jaya Area Pusat 1 Pasar Blok G Tanah Abang sejak pukul 07.00, Jumat (3/8/2013). Pedagang mulai panik ketika sejam sebelum penutupan diinformasikan pendaftaran hampir melebihi kuota.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang terancam tak bisa berjualan lagi. Penyebabnya, nama mereka tidak terdata untuk masuk ke Pasar Blok G Tanah Abang.

"Kiosnya sudah penuh, sudah tidak bisa lagi mendaftar," kata petugas Pengelola Pasar Blok G, Jumat (2/8/2013). Padahal, antrean PKL yang mendaftar untuk mendapat lapak di Blok G masih panjang.

Kamal (39), pedagang yang memiliki tiga lapak PKL di Jalan Kebon Jati tampak gusar. Dia bingung bagaimana melanjutkan usahanya usai Lebaran nanti. Padahal, sesudah Lebaran, PKL masuk ke Blok G semua.

Menurut Kamal, dulu pada tahun 2005 ketika seluruh PKL dipaksa masuk ke Blok G, ia sudah memiliki dua kios. Tapi dia kembali ke jalan karena dagangannya tidak laku. "Eh, sekarang saya justru tidak dapat kios di Blok G," ujar Kamal kepada Warta Kota.

Kamal mengaku sudah didata di kantor Kelurahan sekitar dua minggu lalu. Tapi, kemudian dia baru dapat informasi lagi kalau harus mendaftar ke pengelola Pasar Blok G. Namun, saat datang mendaftar, ternyata sudah terlambat. Dia pun tidak kebagian kios.

Kamal adalah penjaga baju muslim dan anak-anak. Dia memecah barang dagangannya itu di tiga lapak berbeda di Jalan Kebon Jati. Lelaki berkulit gelap ini mengaku pusing apabila tidak bisa berjualan lagi. Sebab ketiga anaknya masih duduk di SD.

Pengeluaran Kamal untuk biaya sekolah tiga anaknya mencapai Rp 3 juta per bulan. "Anak saya sekolah di SD swasta semua. Makanya agak mahal," jelas dia.

Kamal mengaku agak jengkel dengan sistem pendataan. Sebab ada informasi banyak PKL dari luar Pasar Tanah Abang yang mendapat kios di Blok G. Menurut Kamal, hal itulah yang membuat kios di Blok G cepat habis.

Di Blok G, berdasarkan data pengelola, ada 1.006 kios. Lalu jumlah PKL di sekutar Blok G atau Jalan Kebon Jati hanya 982. Sehingga, semestinya semua PKL di Jalan Kebon Jati kebagian kios di Blok G. "Aneh kan, kok saya bisa tak kebagian," kata Kamal.

Begitu juga Rusdi (45), PKL lainnya di Jalan Kebon Jati yang mengaku tidak kebagian kios di Blok G. Pada Jumat (2/8/2013) kemarin, Rusdie mengantre sendirian di kantor pengelola Blok G. Dia meninggalkan lapaknya kepada istrinya, padahal pembeli sedang ramai.

Dia mengaku sudah mendaftar ke kantor kelurahan, tapi ternyata namanya tidak masuk sebagai salah satu penerima kios Blok G. Makanya, kemudian, dia mendaftar ke kantor pengelola. Tapi ternyata sudah tidak kebagian. "Tak Tahulah, nanti bagaimana," kata dia lemas.

Rusdi sudah lima tahun menjadi PKL di Jalan Kebon Jati. Dia mau dipindah ke Blok G. " Tapi kalau tidak dapat tempat seperti ini, ya mau bagaimana lagu. Paling tetap nekat jadi PKL di jalan saja," ujarnya.

Dia tidak punya pilihan lain, sebab sudah kerasan menjadi PKL. Omzetnya terbulang besar, ia bisa mendapat Rp 3-5 juta sehari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jalan Sepi Banyak Digunakan Kebut-kebutan, Polisi: Fatalitas Kecelakaan Meningkat

Jalan Sepi Banyak Digunakan Kebut-kebutan, Polisi: Fatalitas Kecelakaan Meningkat

Megapolitan
Truk Sembako Terguling di Jalan Raya Pondok Gede

Truk Sembako Terguling di Jalan Raya Pondok Gede

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Beroperasi Lagi Mulai Besok, Buka Pukul 08.00-14.00

Pasar Tanah Abang Beroperasi Lagi Mulai Besok, Buka Pukul 08.00-14.00

Megapolitan
Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Megapolitan
Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Megapolitan
18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Megapolitan
[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X