Kompas.com - 05/08/2013, 17:13 WIB
Kemacetan parah terjadi akibat membeludaknya warga di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (29/7/2013). Konsumerisme warga meningkat menjelang Lebaran Idul Fitri. Pusat-pusat perbelanjaan dipadati warga yang ingin membeli sandang dan pangan. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESKemacetan parah terjadi akibat membeludaknya warga di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (29/7/2013). Konsumerisme warga meningkat menjelang Lebaran Idul Fitri. Pusat-pusat perbelanjaan dipadati warga yang ingin membeli sandang dan pangan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah menampik anggapan bahwa pendaftar Pasar Blok G Tanah Abang didominasi pedagang kaki lima (PKL) dari luar Tanah Abang. Menurut dia, dari sekitar 961 PKL yang telah mendaftar untuk pindah ke Pasar Blok G, sebagian besar adalah warga DKI dan berdagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Saya pikir anggapan itu terlalu mengada-ada ya," kata Saefullah saat ditemui di kantor Badan Amil Zakat Nasional, Jakarta, Senin (5/8/2013).

Saefullah mengatakan, saat ini Pasar Blok G sudah layak dipakai untuk tempat berdagang. Sambil menunggu PKL untuk direlokasi, ribuan lapak di sana telah dirapikan. Selain itu, fasilitas pendukung lain, seperti toilet, tangga, dan jembatan penghubung Blok G dan Blok F sedang diperbaiki.

Untuk melakukan sosialisasi terhadap penertiban dan penataan PKL di kawasan itu, Saefullah menggelar buka puasa bersama PKL dan tokoh-tokoh Tanah Abang di Masjid Al Makmur di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Senin sore ini. Langkah buka puasa itu dilakukan sebagai langkah pendekatan persuasif kepada PKL Tanah Abang. Langkah itu juga dilakukan untuk meminta dukungan kepada para tokoh Tanah Abang untuk membantu kelancaran program penertiban PKL Tanah Abang.

"Kita silaturahim bersama mereka yang juga warga kami dan mengingatkan mereka atas pernyataan yang sudah dituangkan resmi melalui surat pernyataan diatas meterai," kata Saefullah.

Ada delapan orang yang mewakili kelompok masing-masing dan membuat surat pernyataan. Isi surat pernyataan itu adalah PKL bersedia dengan sukarela meninggalkan tempat berdagangnya di pinggir jalan. PKL juga bersedia tidak berdagang di pinggir jalan setelah Lebaran dan bersedia untuk direlokasi ke Pasar Blok G. Surat pernyataan itulah yang menjadi pegangan Saefullah untuk melakukan relokasi PKL di kawasan Tanah Abang.

Kawasan yang ditertibkan dari PKL itu mulai sebelum Masjid Al Makmur di Jalan Mas Mansyur hingga ke Stasiun Tanah Abang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah penutupan pendaftaran PKL yang mau direlokasi ke Blok G Tanah Abang pada Jumat (2/8/2013) lalu, sebanyak 961 PKL telah terdaftar mau direlokasi ke Blok G. Dari jumlah itu, sebanyak 470 PKL memiliki KTP Jakarta, 313 PKL tak ber-KTP DKI, dan 178 PKL sisanya mendaftar melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
Tersisa 120.000 Dosis Vaksin Sinovac, Pemkot Bekasi Akan Gunakan untuk Vaksinasi Anak

Tersisa 120.000 Dosis Vaksin Sinovac, Pemkot Bekasi Akan Gunakan untuk Vaksinasi Anak

Megapolitan
Krematorium Cilincing Sudah Kremasi 75 Jenazah Pasien Covid-19

Krematorium Cilincing Sudah Kremasi 75 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi BUMD DKI di Era Ahok, Kerugian Capai Rp 5 Miliar

Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi BUMD DKI di Era Ahok, Kerugian Capai Rp 5 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X